Breaking News

Akun Palsu Cina, Upaya Pengaruhi Opini Dunia

Tak kurang dari 350 akun palsu di dunia maya menyuarakan narasi pro-Cina dan berusaha mendiskreditkan mereka yang dianggap sebagai penentang pemerintah Cina. Ini dinilai sebagai upaya Cina untuk menjadi negara adidaya.

“Keberadaan akun-akun ini menunjukkan bahwa Cina sedang berupaya untuk rnenjadi negara adidaya, paling tidak menjadi negara yang bisa berhadap-hadapan dengan Amerika Serikat,” tutur Pengamat Politik Internasional Farid Wadjdi kepada Mediaumat.news, Kamis (12/8/2021).

Menurut Farid, itu juga sebagai langkah kontra propaganda terhadap isu yang sering dilontarkan oleh Amerika Serikat terhadap Cina, terutama isu-isu tentang pelanggaran HAM di Xinjiang, Turkistan Timur.

Keberadaan akun-akun itu juga, menurut Farid, sebagai warning bahwa Cina sebagai negara yang memiliki keinginan memengaruhi dunia internasional tentu punya kepentingan terhadap kondisi-kondisi yang ada di Indonesia. “Terutama untuk menciptakan semacam habitat, habitat politik dan ekonomi yang kondusif untuk menerima Cina,” jelasnya.

Karena itu ia memandang, tidak seharusnya Pemerintah Indonesia memposisikan Cina sebagai negara yang lugu, negara yang bersahabat dan tidak memillki kepentingan yang mengancam. “Selama ini Indonesia selalu memposisikan Cina seolah-olah negara yang tidak punya niat jahat terhadap kepentingan Indonesia. Rezim sekarang seharusnya mewaspadai keberadaan Cina sebagai negara yang punya kepentingan besar di Indonesia,” tambahnya.

Tak hanya sampai di situ, menurut Farid, apa yang dilakukan oleh Cina, juga dilakukan Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya baik menggunakan akun palsu atau tidak. “Ini sesungguhnya bagian dari pertarungan politik internasional,” ungkapnya.

Bagaimana dengan posisi umat Islam? Itulah yang masih menjadi pertanyaan. Menurut Farid, selama umat Islam tidak memilikl kekuatan politik internasional dalam bentuk institusi negara, umat Islam tidak akan bisa bermain seperti Cina dan Amerika Serikat.

Ini menunjukkan kepada kita kebutuhan umat Islam akan institusi politik global yang akan bisa memengaruhi politik internaslonal. Tentu bukan dengan menghalalkan segala cara, seperti yang dilakukan oleh Barat atau oleh Cina, tetapi politik Internasional yang dibangun berdasarkan objektifitas dan bukti-bukti yang nyata,” pungkasnya.

Sumber : Media al-Wa’ie Edisi Muharram, 1 – 30 September 2021