Breaking News

ANCAMAN NYATA BAGI NKRI

Obrolan Seputar Islam Terkini (OBSESI) kembali menggelar diskusi publik bulanan yang mengupas persoalan kekinian dengan sudut pandang Islam. Bulan Agustus kali ini topik yang diangkat adalah Ancaman Nyata Bagi NKRI. Kegiatan berlangsung pada hari ahad (18/8) lalu di Masjid Mujahidin Pontianak.

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber, Ustadz Firdaus, M.Sc., wakil ketua Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (PRIMA) Kalimantan Barat dan juga pengasuh di Majelis Taklim Inhadul Fikri. Hadir pula sebagai narasumber, Agus Setiadi, SE, Ketua Persatuan Orang Melayu.

Menurut Ustadz Firdaus kapitalisme  yang menjadi tulang punggung sistem sekuler merupakan akar masalah dari persoalan NKRI hari ini. Kapitalisme menciptakan kesenjangan abadi antara orang kaya dan miskin. Sekaigus menciptakan penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat kebanyakan.

“Kapitalisme inilah ancaman nyata bagi NKRI. Kemiskinan, kriminalitas, akan terus terjadi bagi masyarakat bawah. Sementara di sisi lain, korupsi semakin tak terbendung,” ujar ustadz Firdaus. Narasumber yang sempat mengenyam pendidikan di Turki ini juga mengomentari liberalisme yang tak bisa dipisahkan dari sistem sekuler ini. Ekonominya kapitalis. Asasnya sekuler. Gaya hidupnya liberal.

Sedangkan Islam, menurut ustadz Firdaus, merupakan sistem yang unik yang telah terbukti mampu mensejahterakan dunia selama ribuan tahun. Ancaman nyata kapitalisme ini hanya bisa diselesaikan dengan sistem Islam.

Sementara itu Agus Setiadi dalam kesempatannya mengakui bahwa kita ini sekarang berada dalam sistem yang rusak. Korupsi, money politik, kebodohan yang terus menerus terjadi. Sistem yang rusak ini harus diganti.

Agus Setiadi memperihatkan kekesalannya terhadap situasi negara ini. Menurutnya sudah sejak dulu kita berwacana. Misalnya menyalahkan kapitalisme. Wacana ini harus disertai aksi konkret. Kebangkitan ekonomi umat misalnya.

“Jika umat mau bersatu dengan ekonomi, kapitalisme barat bisa dikalahkan,” ujarnya berapi-api.

Dalam sesi diskusi salah satu peserta, M. Kurniawan menanggapi statemen narasumber. Mulai dari perosalan wacana, hingga kritik terhadap ideologi kapitalisme. Menurut Kurniawan, wacana dilakukan dalam rangka membentuk opini umum. Umat harus tersadarkan dengan memberikan pemahaman. Jika pemahaman sudah terjadi dan opini umum muncul bahwa kerusakan dari kapitalisme ini merupakan ancaman nyata, maka umat akan berjuang agar terlepas dari ancaman ini.

Lagipula, mengalahkan ideologi kapitalisme, tambah Kurniawan diperlukan ideologi tandingan yang sejajar. Tak bisa jika hanya dijawab dengan persoalan ekonomi saja. Melainkan harus diselesaikan secara komprehensif dan sistemik. (PY)

Leave a Reply