Breaking News

AS Dukung Omnibus Law, Sekjen Pelita Umat: Perebutan Hegemoni yang Mempertaruhkan Rakyat Indonesia

Di balik ucapan CEO International Development Finance Corporation Adam Boehler, selaku bagian dari delegasi Amerika Serikat, yang mengatakan Omnibus Law UU Cipta Kerja menjadi alasan utama negaranya mau berinvestasi di Indonesia, menurut Sekjen LBH Pelita Umat Panca Putra Kurniawan ada perebutan hegemoni antara AS dan Cina yang mempertaruhkan rakyat Indonesia.

“Melihat begitu besarnya perhatian dan bersemangatnya AS masuk ke Indonesia dan ketegangan dagang AS-Cina baru-baru ini, sepertinya mustahil kalau tidak ada perebutan kepentingan hegemoni (pengaruh) di Indonesia. Harus diingat AS dan Cina dua-duanya negara ideologis dan ini tentang nasib rakyat Indonesia yang menjadi taruhannya” ujarnya kepada Mediaumat.news, Ahad (25/10/2020).

Menurut Pengamat Hukum Maritim dan Investasi tersebut sebenarnya AS bukan ingin berinvestasi, namun menambah investasi. Yang menjadi soal adalah bila kepentingannya bukan hanya sekadar investasi.

“Kita tidak menolak investasi. Masalahnya investasi darimana dan seperti apa yang akan masuk ke Indonesia? Kalau hanya memperbesar lapangan kerja, artinya Indonesia hanya akan terus menjadi pekerja, seharusnya tidak begitu. Peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia seharusnya menjadi fokus pemerintah, sehingga tidak sebatas memberi kemudahan investasi asing masuk, tapi betul-betul selektif,” bebernya.

UU Omnibus Law sendiri, menurutnya, sudah menuai banyak masalah. Dan Panca menduga kuat bahwa UU ini diciptakan untuk kepentingan kapitalis melanggengkan kekuasaannya di Indonesia.

“UU Omnibus Law ini kita tahu sendiri betapa bermasalahnya dan penolakan terjadi dari mana-mana dan di mana-mana. Artinya rakyat tidak butuh Omnibus Law. Besar dugaan bahwa UU ini justru untuk para kapitalis pemilik modal dan asing yang ingin menguasai kekayaan Indonesia lebih besar dan lebih lama lagi dengan topeng lapangan kerja,” pungkasnya.[] Billah Izzul Haq

 

Sumber: https://mediaumat.news/as-dukung-omnibus-law-sekjen-pelita-umat-perebutan-hegemoni-yang-mempertaruhkan-rakyat-indonesia/