Breaking News

BAHAYA NARKOBA DAN SANKSI MENURUT ISLAM

Oleh : Beny Sukoco (Pegawai Swasta)

Berbagai macam kasus terkait narkoba tidak henti-hentinya terjadi di Indonesia khususnya daerah Kalimantan Barat. Hampir semua kalangan terlibat di dalam bisnis barang haram tersebut. Tidak hanya dari kalangan masyarakat awam, dari para penegak hukum hingga para pejabat negeri ini terlibat aktif dalam kasus pengedaran narkoba tersebut. Tentu saja sangat miris mendengarnya, dikarenakan kasus ini seakan-akan tidak pernah habisnya padahal berbagai upaya sudah dilakukan untuk menanggulanginya.

Lemahnya penegakan hukum dan juga paradigma untuk penyalahgunaan narkoba apakah sebagai korban atau sebagai pelaku menjadi faktor tingginya penyalahgunaan narkoba masih terus ada. Contohnya seperti pengguna Narkoba dilakukan rehabilitasi yang akhirnya membuat pengguna narkoba tersebut tidak takut untuk mengulang kembali perbuatannya karena hukuman yang berlaku sangat ringan.

Dalam pandangan islam, Narkoba dikategorikan dalam fiqh kontemporer karena masalah baru yang belum ada masa imam-imam mazhab yang empat. Narkoba baru muncul di dunia Islam pada akhir abad ke 6 Hijriyah. Salah satu bagian dari narkoba adalah Narkotika. Narkotika Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Islam juga telah menetapkan bahwa narkoba merupakan benda yang haram untuk dikonsumsi. Sebab diharamkannya karena dua alasan: Pertama, dari Ummu Salamah r.a, ia berkata: Rasulullah saw melarang dari segala yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah).(HR Abu Daud). Kedua, karena menimbulkan bahaya bagi manusia. Dengan haramnya narkoba ini, maka haram juga bagi yang menyalahgunakannya. Pelaku yang melakukannya dianggap bermaksiat dan akan mendapatkan sanksi.

Dalam buku sistem sanksi dan hukum pembuktian dalam islam (Nizham al Uqubat wa ahkam albayyinat) telah menjelaskan dalam memberlakukan hukuman dari penyalahgunaan narkoba yang bisa diringkas sebagai berikut: (1) Setiap orang yang memperdagangkan narkotika, pelakunya akan dikenakan sanksi jilid, penjara sampai 15 tahun, ditambah denda. (2) Setiap orang yang menjual, membeli, meracik, mengedarkan, menyimpan narkotika, maka ia akan dikenakan sanksi jilid dan penjara sampai 5 tahu, ditambah denda. (3) Setiap orang yang membuka tempat tersembunyi atau terang-terangan untk memperdagangkan, maka ia akan dikenakan sanksi jilid dan penjara hingga 15 tahun. Apabila kesemua sanksi tersebut belum bisa membuat efek jera, maka hukuman mati bisa menjadi solusi untuk masalah narkoba ini.

 

 

Leave a Reply