Breaking News

Buletin Teman Surga 130. Kata Tak Sekadar Kata

Lidah memang tidak bertulang, tetapi seringkali menikam. Berapa orang yang frustasi, putus asa, kecewa, malu, sedih, bahkan sampai bunuh diri gara-gara lidah yang berkata-kata? Banyak!

Artinya, setiap kata yang terangkai akan memberikan pengaruh yang luar biasa. Baik atau buruk sudah pasti jadi pilihannya. Oleh karena itu, menjadi penting bagi kita untuk kembali memeriksa diri. Kemudian tanyakan dalam hati, kata apa saja yang sudah terangkai dan ditebarkan? Ya, sebab selama di alam fana, kata tak sekadar kata semata. Ada hisab yang harus kita tanggung di akhirat kelak. Plakk!

iklan buletin teman surga

Mulut dan Jari Jemarimu Adalah Harimaumu

Dear #TemanSurga, dulu ada pepatah yang mengatakan mulutmu adalah harimaumu. Nah, ternyata di era kini tidak hanya mulut tetapi jari jemari juga bisa jadi harimau bagi diri kita sendiri. Maknanya, setiap kata itu bisa menjadi berkah atau musibah. Sama saja apakah kata yang terucap oleh lisan ataupun kata dalam bentuk tulisan. Waspadalah!

Di era serba digital saat ini kita semakin leluasa berselancar. Mengulik berbagai hal bahkan hingga pada persoalan pribadi seseorangpun bisa kita dapatkan. Stalking, like, dan komen menjadi rutinitas yang mesti dapat jatah waktu khusus. Bahkan seringkali mencuri waktu hingga aktivitas lainnya jadi terbengkalai. Pekerjaan jadi menumpuk. Mager pun sigap datang menyerang. Ada yang pengalaman? Puk-puk pundak, kita samaan! Eh!

Di balik dari bocornya pengaturan waktu dalam bersosial media ini, ada hal lain yang tidak kalah penting untuk kita perhatikan. Yapz, aktivitas jari jemari yang kadang suka sadis mengalahkan batu gilingan cabai. Jari jemari yang gesit banget ngetik kata demi kata penuh nyinyiran di beranda atau di lapak tetangga. Tidak jarang si jari jemari beraksi dengan penuh kejulidan dan caci maki yang membinasakan. Hiks!

Ingatlah, bahwa jari jemari inipun tidak akan luput dari pertanggungjawaban. Di dunia maya sekalipun, tetap ada adab sebagaimana dalam dunia nyata. Jangan dipikir, dunia maya itu berisi para robot ya, Guys! Dunia maya juga terdiri dari para manusia yang punya perasaan. So, jangan sekali-kali kamu permainkan. Bahaya! Urusannya berkepanjangan sampai di pengadilan Allah Swt. Ngeri banget, kan?!

Selain itu, game onlinepun turut menjadi wadah untuk terjadinya interaksi antar gamers  yang berasal dari berbagai latar belakang. Tidak jarang, saat lagi seru nge-game, sesama gamers melontarkan aneka perkataan yang jorok, kotor, dan menjijikkan. Bagi yang lagi asyik nge-game sih enggak bakalan sadar bahwa perkataannya itu membuat mual. Sebab karena memang sudah biasa seperti itu. Sehingga sudah tertancap kuat di bawah alam sadarnya. Wajar jika lagi seru main game, tidak hanya jari jemari yang ketak-ketuk layar hp. Mulutpun ikutan lincah banget meluncurkan ”yel-yel” unfaedah. Miris!

”Ya elah! Kaku amat, sih! Namanya juga sama teman. Kami juga biasa aja kok. Enggak ada yang tersinggung ataupun risih!”

Ya kali, loe kira hidup ini cuma di dunia aja? Sebagai seorang muslim, kita harus selalu ingat bahwa ada konsekuensi pahala atau dosa dalam setiap aktivitas. Standarnya bukan pada penilaian akal manusia, Mas, Mbak. Standar yang benar itu berasal dari Sang Maha Pencipta, Allah Swt. Jadi, hati-hatilah dalam berkata! Ingat, mulut dan jari jemarimu adalah harimaumu!

Berkata Baik Atau Diam

Islam itu memang agama yang sepurna dan paripurna. Uwuww banget! Termasuk dalam persoalan berkata-kata, Islam punya tata caranya. Yapz, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw. dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, ”Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”.

Tuh kan, keren banget! Sudah sejak empat belas abad lalu Islam mengatur bagaimana semestinya orang beriman dalam berkata-kata. Tidak main-main, setiap perkataan langsung dikaitkan pada keimanan terhadap Allah Swt. dan hari akhir. Artinya, soal perkataan ini bukanlah soal yang kaleng-kaleng dalam pandangan Islam. Generasi muslim kudu banget tahu soal ini, yes!

Demi apa? Demi terjaganya lisan dan jari jemarimu dari perkataan yang sia-sia bahkan mengundang celaka, Zeyenk! Yapz, emang sesayang itu Allah Swt. sama hamba-Nya. Sama kita. Kitanya aja yang kadang sering banget lola menyadari sinyal cinta dariNya. Hiks!

Ok, fix ya! Lebih baik mingkem bin diam deh nih mulut dan jari jemari daripada harus menyemburkan kata-kata unfaedah pembawa musibah. Ingat, dunia hanyalah jembatan untuk sampai ke akhirat. Tobat! Tobat! Tobat!

iklan buletin teman surga

Jadilah Generasi Good Looking

Generasi muslim itu adalah generasi istimewa. Masa mudanya diberi jaminan oleh Allah Swt. sebagai salah satu hamba yang mendapat lindungan-Nya di hari akhir nanti. Tentu saja berlaku syarat dan ketentuan. Yapz, S&Knya adalah takwa.

Anak muda yang bertakwa akan melakukan apa saja yang dititahkan oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya. Ia akan sangat berhati-hati dalam setiap kata dan lakunya. Bahkan sedari pikiranpun sudah ia pastikan hanya bersandar pada syariat-Nya saja. Anak muda semisal inilah yang kelak mendapat kemuliaan berupa perlindungan dari Allah Swt. ketika tidak ada perlindungan selain lindungan-Nya. Masyaallah! Mupeng enggak, sih?!

Di akhirat sudah dapat jaminan kemuliaan, di dunia juga pasti akan diistimewakan. Bukankah ibu bapak kita selalu berdoa agar kita menjadi qurrota a’yun? Yakni seorang anak yang mengerjakan ketaatan sehingga membahagiakan kedua orang tua di dunia dan di akhirat. Yapz, seorang anak yang taat adalah dambaan setiap orang tua. Kebanggaan bagi orang tua memiliki anak yang saleh/saleha. Bahasa kekiniannya generasi good looking gitu lah! Hem, setiap orang tua pasti mengidamkannya.

Nah, jadi apa saja langkah-langkah yang bisa kita lakukan agar bisa menyandang gelar good looking? Kuy, kita pantengin!

Pertama, kita harus memiliki pola pikir yang berasas Islam. Caranya adalah dengan menginstal informasi-informasi yang bersumber dari kalam-Nya. Yakni berupa Al Qur’an dan Assunnah. Bahasa simpelnya mah ngaji Islam kaffah, gitu! Aktivitas mengkaji Islam ini harus intens, unlimited alias tanpa batas waktu. Yapz, hanya ajal yang mengistirahatkan kita dalam aktivitas menuntut ilmu. So, selama nyawa masih di kandung badan maka mengkaji Islam adalah sebuah kewajiban! Daebak!

Kedua, kita harus membiasakan pola sikap yang juga berasas pada Islam. Artinya, perilaku kita harus selaras dengan pola pikir yang telah dibangun. Karena kita adalah seorang muslim, maka pola pikir dan pola sikap kita sudah semestinya Islam. bukan yang lainnya.

Pola pikir dan pola sikap inilah yang nantinya akan membentuk sebuah kepribadian pada diri kita. Jika pola pikir dan pola sikap kita berlandaskan pada Islam, maka yakinlah bahwa  gelar good looking ada dalam genggaman. Masyaallah!

Eits, tapi ingat! Kita harus selalu luruskan niat. Ikhlas semuanya semata lillah demi peroleh cinta-Nya. Jika Allah sudah cinta, maka dunia dan seisinya akan dicukupkan untuk kita. Surga seluas langit dan bumipun akan Allah Swt. berikan. Adapun good looking di mata manusia, itu hanyalah bonusnya saja. Aigo!

Semenggiurkan ini tawaran untuk jadi generasi good looking, loh! Jangan sampai terlewatkan, yes! Segera gerak cepat untuk memperbaiki semuanya. Memperbaiki pola pikir, pola sikap, termasuk juga perkataan dan tulisan. Pastikan semuanya hanya dikerahkan dalam kebaikan Islam. Bissmillah!

”Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Fussilat: 33)

 

Sumber: https://temansurga.com/buletin-teman-surga-130-kata-tak-sekadar-kata/