Breaking News

Dilema Penjual di Kantin Basmallah

Oleh : Fitri Khoirunisa

Pemilik kantin ya itu aku. Setiap hari aku membantu ibuku berjualan di kantin saat pagi. Sebenarnya ini adalah tulisan ke-2 ku mengenai kantin yang aku geluti saat ini. Karena pas rumahku berada di belakang sebuah sekolah SMK. Tadi baru saja, kamis 27 september 2018 dini hari, aku mendengar percakapan sekumpulan anak SMK kelas 3 yang sebenarnya percakapan itu tak layak keluar dari mulut mereka. Percakapan yang menjijikan. Percakapan yang tak harus di dengar, tapi apalah daya aku ada di sana karna aku seorang penjual di kantin ini.

Miris sangat, nasib generasi saat ini dengan santai mereka berbicara tentang seks. Kalian tau? Mereka mengatakan bahwa setiap wanita yang dekat, mereka semua pernah di tiduri. Bermain happy di toilet sekolah pun jadi. Di hotel seharga 100 ribu serta tempat remang-remang adalah favorit untuk ngeseks ria. Ini bukanlah sebuah candaan atau bualan belaka. Ini benar adanya. Generasi bangsa sudah hancur sebegitu parahnya. Semua ini karena apa? Karena sistem pendidikan yang tak bisa membuat mereka mengenal dosa.

Ingin aku tegur mereka. Mukaku sudah memerah bata. Tapi apalah daya beberapa diantaranya berbeda agama. Sejenak ku berfikir bolehkah aku mendakwahkannya? Apakah sama ajaran Islam dengan ajaran agama lain?. Namun di lihat dari norma apapun kelakuan mereka tetaplah salah. Tak keluar dari mulutku untuk memarahi mereka tapi hati ini terus menggerutu. Ya Allah ampuni aku, ampuni telingaku yang telah mendengar percakapan menjijikan itu, tapi aku tetegu dan aku kaku, mereka semua lelaki.

Ada salah seorang dari mereka nyeletup berkata dan promosi ke teman-teman nya yang lain “woy kalo mau dapat cewek murah cari saja di simpang mereka banyak di sana yang bisa di ajak main, di kasi 100 ribu pun mau”. Teman yang lain pun menimpali “benar lah? kok mau cewek tu” Dia pun menjawab “Mau lah barang enak” “kau sih suka main di bawah dari pada di atas” Timpal yang lain.

Gila ini gila fikirku. Percakapan apa ini?. Tetiba kepalaku sakit. Ya Allah kerusakan itu ternyata berada di sekelilingku… apa yang harus aku lakukan…?? Mereka berani melecehkan perempuan padahal di sana ada aku. Serendah itukah wanita di hadapan mereka. Kalau aku bilang di hadapan lelaki, tak semua lelaki seperti itu. Karena Islam memuliakan wanita.

Tidak dapat dipungkiri, meninggalkan syari’at islam akan menimbulkan akibat buruk di dunia dan akhirat. Kaum muslimin jauh dari ajaran agama mereka, menyebabkan mereka kehilangan kejayaan dan kemuliaan. Diantara ajaran islam yang ditinggalkan dan dilupakan oleh kaum muslimin adalah hukuman bagi pezina (Hadduz-Zinâ). Sebuah ketetapan yang sangat efektif menghilangkan atau mengurangi masalah perzinahan. Ketika hukuman ini tidak dilaksanakan, maka tentu akan menimbulkan dampak atau implikasi buruk bagi pribadi dan masyarakat.

Firman Allah Subhanallahu wa Ta’ala :

ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﺎ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَٰﻬًﺎ ﺁﺧَﺮَ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻘْﺘُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲَ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺰْﻧُﻮﻥَ ۚ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻳَﻠْﻖَ ﺃَﺛَﺎﻣًﺎ ﻳُﻀَﺎﻋَﻒْ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻭَﻳَﺨْﻠُﺪْ ﻓِﻴﻪِ ﻣُﻬَﺎﻧًﺎ

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina”. [al-Furqân/25: 68-69]

Jika di laporkan, mustahil kasus ini di tindak. Pernah juga saya mendengar di sebuah kampus. Ada dosen berhubungan seks dengan mahasiwinya atas dasar suka sama suka. Di laporkan tak di gubris sekali oleh aparat penegak keadilan. Jika mereka suka sama suka hukum pidana ibarat kertas yang mudah di ronyokkan.

Begitulah sistem yang ada sekarang, tak bisa sama sekali memberangus pelecehan seksual saat ini, hanya hukum Islamlah yang mampu menanganinya.

Wallahu’alam

Note :
Tulisan dengan sedikit editan dari tulisan aslinya.

Leave a Reply