Breaking News

DMDI Kalbar Sosialisasikan Tata Cara Kurban

Dewan Masjid Digital Indonesia (DMDI) Kalimantan Barat selenggarakan kegiatan sosialisasi pemotongan hewan kurban dan penanganan sebelum dan sesudahnya. Kegiatan ini diselenggarakan pada (18/8) lalu di Masjid Syakirin Pontianak.

Hadir sebagai narasumber Ketua DMDI Kalimantan Barat, Ustadz Drh. Anang Hermawan. Menurut Ustadz Anang, ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam rangka penyelenggaraan pemotongan hewan kurban.

Pertama, pentingnya pemilihan hewan kurban yang layak sesuai syariat Islam. Hewan yang akan disembelih tidak boleh mengalami cacat fisik seperti pincang maupun buta. Kondisi hewan haruslah sehat sebelum disembelih. Selain soal kesehatan, usia hewan juga perlu diperhatikan karena ini juga merupakan bagian dari syarat sah kurban. Hewan yang belum cukup umur tidak boleh dijadikan kurban.

Kedua, menurut Ustadz Anang yang juga merupakan dokter hewan lulusan Institute Pertanian Bogor ini, perlakuan terhadap hewan yang disembelih harus ahsan (baik). Ditempat kan dikandang penampungan yang bersih dah terhindar dari hujan dan panas. Istirahat yg cukup minimal 12 jam, dan diberi minum selama di kandang penampungan. Saat merebahkan hewan tidak boleh dibanting, sebaiknya menggunakan metode yang telah dipelajari. Tidak asal potong.
“Saat disembelih posisi hewan jauh dari hewan yg lain yang belum disembelih. Penyembelihan menggunakan pisau yang tajam, dengan penyembelihan satu kali tebasan memutus tiga saluran (saluran makan, nafas dan nadi kiri kanan).” Ujarnya.

Ketiga, penanganan daging kurban yang higienis. Islam adalah agama yang memperhatikan kebersihan. Hewan kurban yang tidak higienis bisa mengakibatkan penyakit bagi yang mengkonsumsi dan tentu saja hal itu tidak dibenarkan.

Kegiatan ini diseleggarakan ba’da sholat magrib hingga menjelang sholat isya. Jamaah yang hadir tampak antusias mengingat informasi yang diberikan begitu berharga.

Leave a Reply