Breaking News

GEMA PEMBEBASAN KALBAR RESPON KONDISI NEGARA YANG TAK KUNJUNG MEMBAIK

“BBM Naik… BBM Naik…, Jokowi Zalim. BBM Naik… BBM Naik… Jokowi Zalim,” begitu kira-kira yel yel yang dinyanyikan oleh para demonstran dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan Kalimantan Barat di bundaran Tugu Digulis Universitas Tanjungpura, senin (22/10). Ini merupakan aksi damai yang digelar oleh Gema Pembebasan Kalbar dalam rangka merespon kenaikan harga BBM dan juga melonjaknya nilai tukar dolar.

Koordinator Aksi, Galih pramono menyampaikan bahwa kenaikan BBM dan dolar jelas-jelas telah menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat. Harga-harga barang melambung, daya beli melemah, pengangguran meningkat. Galih menambahkan, sudah sewajarnya berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa menasehati penguasa. Karena persoalan migas khususnya harga BBM sudah begitu lama menjadi masalah bagi negara ini, dan sudah seharusnya dicari solusi selain sekadar menaikkan harga.

“Mulai dari Presiden Sukarno, Suharto, hingga Jokowi tidak bisa menyelesaikan persoalan ini. Sampai hari ini malah sumber-sumber daya alam Indonesia sebagian besar kepemilikannya dikuasai oleh asing.” Ucap Galih. Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan kuzoliman dan hari ini aksi dilakukan dalam rangka menasehati penguasa bahwa setiap kezoliman yang dilakukan pasti akan mendapatkan balasan di yaumil akhir.

Sementara itu Ketua Gema Pembebasan Kalimantan Barat M. Toha Japari dalam orasinya membacakan pernyataan sikap dari Pengurus Pusat Gema Pembebasan. Pernyataan sikap ini adalah upaya menolak kenaikan harga BBM dan kebijakan ekonomi bodoh ala neoliberal yang membuat rakyat semakin sengsara.

Ada sembilan poin pernyataan sikap yang disampaikan, yakni:
1. Menolak kenaikan harga untuk semua jenis BBM, karena BBM merupakan kebutuhan vital rakyat dan kenaikan harga akan semakin memiskinkan rakyat.
2. Hentikan politik pencitraan Rezim Jokowi, karena pada faktanya justru merugikan masyarakat sebab kesejahteraan yang dijanjikan tidak terwujud.
3. Usir penjajah asing dan kembalikan pengelolaan sumber daya alam kepada kepada anak negeri yang dikelola sesuai Syariat Islam.
4. Hentikan bergantung terhadap mata uang Dollar AS yang nyata lemah dan menyerukan beralih kepada mata uang emas dan perak yang diperkuat oleh sistem ekonomi Islam.
5. Buang dan tinggalkan ideologi kapitalisme yang didalamnya terdapat ekonomi neoliberal.
6. Buang dan tinggalkan demokrasi karena sudah terbukti demokrasi menjadi gerbang lahirnya begitu banyak politikus dan elit penguasa yang koruptif yang menjadi antek asing.
7. Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia agar membuka mata dan sadar bahwa sehjarah perjalanan politik ekonomi Indonesia secara terang-terangan telah menunjukkan pengkhianatan demi oleh politikus dan elit penguasa kepada rakyat.
8. Menyerukan kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa dan rakyat untuk sekuat tenaga bersama sama melawan ideologi kapitalisme dan neoliberal dan ideologi kufur lainnya.
9. Menyerukan kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa dan rakyat untuk bersungguh sungguh menegakkan Syariat Islam dalam sistem Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas bagi hilangnya kedaulatan energi dan seluruh permasalahan hari ini. [PY]

Foto lain :

Leave a Reply