Breaking News

Hal-Hal yang Harus Diwaspadai, Setelah Mencapai Kekuasaan Otoritas di Kabul

Ditulis untuk Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir oleh Bilal Al-Muhajir – Wilayah Pakistan

News/ Berita :

Direktur CIA William Burns dilaporkan mengadakan pertemuan rahasia di Afghanistan Senin (23/08/21) dengan pemimpin de facto Taliban, Abdul Ghani Baradar – pertemuan diplomatik tingkat tertinggi sejak kelompok militan menggulingkan pemerintah di Kabul. Presiden Biden mengirim mata-mata utama AS untuk bertemu Baradar di Kabul pada hari Senin ketika pemerintah melanjutkan upaya untuk mengevakuasi warga Amerika dan sekutunya di tengah kekacauan di bandara ibukota yang telah dikuasai, pejabat AS mengatakan kepada Washington Post dengan syarat yang sama. Baradar, yang memimpin kantor politik Taliban di Qatar, adalah salah satu pemimpin tertinggi dalam kelompok Islam yang menguasai Afghanistan dan mengambil alih kekuasaan di Kabul pada 15 Agustus. Ia menghabiskan 8 tahun di balik jeruji setelah CIA menangkapnya 11 tahun lalu di operasi gabungan yang dilakukan badan tersebut dengan Pakistan, berdasarkan laporan Washington Post. Baradar, merupakan teman dekat pemimpin tertinggi pendiri Taliban Mohammad Omar, kemudian menjabat sebagai kepala negosiator Taliban dalam pembicaraan damai dengan AS di Qatar yang menghasilkan kesepakatan dengan pemerintahan Trump tentang penarikan pasukan Amerika. (New York Post).

Comment/Komentar :

Baik di Afghanistan maupun di seluruh dunia, umat Islam bergembira atas kemenangan rakyat Afghanistan, melawan pemimpin Kufur, Amerika Serikat. Itu adalah kemenangan atas Amerika dalam salah satu dari sekian banyak pertempuran yang dilakukan Washington terhadap dunia Islam, setelah peristiwa 9-11. AS menyebut perang itu sebagai “perang salib” dan “Perang Melawan Teror.” Banyak sekali indikasi yang menunjukkan kemenangan atas AS ini. Yang paling penting di antaranya adalah kegagalan Amerika berhadapan dengan umat Islam dalam pertempuran apa pun, bahkan walaupun umat Islam  yang jauh lebih sedikit dari sisi jumlah, peralatan, dan kekayaan. Selain itu, umat Islam bergembira sehubungan dengan harapan kembalinya pemerintahan berdasarkan apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT, yang telah absen selama lebih dari 100 tahun Hijriah sejak kehancuran Khilafah Utsmaniyah pada tahun 1924. Karena dua alasan inilah, Umat Islam bersukacita atas kemenangan saudara-saudara mereka di Afghanistan melawan Amerika.

Namun, kegembiraan besar atas kemenangan tersebut tidak boleh menutupi dalam diri kita apa yang diwajibkan atas umat Islam di seluruh dunia, termasuk bagi mereka yang menguasai Afghanistan, pada tahap kritis berikutnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa kita harus merujuk kepada Sirah Nabi Muhammad saw. yang telah membimbing kita tentang apa yang diwajibkan atas kita, setelah kemenangan dan pemberdayaan. Kita dengan jelas menemukan bahwa tindakan Rasulullah saw, ketika Rasul saw tiba di Madinah Munawwarah, setelah melakukan Hijrah dari Makkah Mukaramah. Bahwa Rasul saw telah mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar. Rasul saw meletakkan dasar yang kuat untuk Negara Islam yang baru saja lahir. Rasul saw. membuat konstitusinya berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Rasul saw. juga memastikan negara aman dari bangsa dan suku di sekitarnya. Kemudian Rasul saw. memulai penaklukan dan mendakwahkan Islam, wilayah negara diperluas hingga ke perbatasan dengan Roma dan Persia.

Oleh karena itu, wajib bagi mereka yang memperoleh kekuasaan di Kabul untuk mencontoh tindakan Rasulullah saw. Mereka harus menggenggam tangan mereka bersama-sama dengan tangan orang-orang dari Hizbut Tahrir yang ikhlas di antara umat, yang telah dikaruniai Allah SWT dengan tsaqafah/ pengetahuan yang mendalam tentang syariah dan kesadaran politik. Sesungguhnya yang paling mampu mengarahkan pemerintahan Islam, di bawah naungan sistem Khilafah Islam. Jadi, orang-orang yang ikhlas dari kalangan Taliban harus bergandengan tangan dengan orang-orang di Hizbut Tahrir, sehingga mereka dapat menyusun syariah dan rencana praktis untuk mendirikan kembali Khilafah Rasyidah di atas manhaj kenabian, dengan demikian mengumumkan pemulihan kekuasaan Islam.

Memang, menjaga kemenangan, serta persiapan untuk mengumumkan Khilafah dan sistem pemerintahan Islam, memerlukan kewaspadaan terhadap musuh baik secara domestik dan eksternal yang akan mengganggu, dan berusaha menyergap Islam dan kaum Muslim. Adapun musuh internal, mereka adalah agen yang dipersiapkan dan dibesarkan oleh Amerika. Mereka datang bersama Amerika, menunggangi tank-tank Amerika, seperti Abdullah Abdullah dan Hamid Karzai. Mereka adalah agen setia kepada pemimpin Kufr, Amerika. Tangan mereka tak terhapuskan ternoda dengan darah Muslim. Tidak diizinkan untuk duduk bersama mereka untuk bernegosiasi dalam langkah-langkah selanjutnya. Sebaliknya, mereka harus bertanggung jawab atas pengkhianatan tingkat tinggi yang telah mereka lakukan.

Memang benar bahwa Rasulullah saw. memaafkan orang-orang Mekkah yang telah menindas Rasul saw. dan Rasulullah bersabda, «اذْهَبُوا فَأَنْتُمْ الطُّلَقَاءُ» “Pergilah, karena kamu bebas.” Namun, Rasul saw. tidak memaafkan enam orang yang secara berlebihan telah merugikan Islam dan kaum Muslim. An-Nasai meriwayatkan dalam Sunan-nya dari Musab ibn Sa’d yang meriwayatkan dari ayahnya,

لَمَّا كَانَ يَوْمُ فَتْحِ مَكَّةَ أَمَّنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ النَّاسَ إِلاَّ أَرْبَعَةَ نَفَرٍ وَامْرَأَتَيْنِ وَقَالَ ‏اقْتُلُوهُمْ وَإِنْ وَجَدْتُمُوهُمْ مُتَعَلِّقِينَ بِأَسْتَارِ الْكَعْبَةِ

 “Rasulullah SAW memberikan perlindungan kepada manusia kecuali empat laki-laki dan dua perempuan. Dia (saw) berkata, ‘Bunuh mereka, bahkan jika Anda menemukan mereka menempel pada selimut Ka’bah.’”

Selain itu, agen seperti Hamid Karzai dan orang-orang yang bersamanya di pemerintahan sebelumnya, tidak akan ragu untuk melemahkan Islam dan kaum Muslim, jika Amerika memerintahkan mereka untuk melakukannya. Beberapa penyusup ini adalah perwakilan dari negara-negara agen seperti Qatar dan lainnya. Allah (swt) berfirman,

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ)

 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai sekutu. Mereka [sebenarnya] adalah sekutu satu sama lain. Dan barang siapa yang menjadi sekutu mereka di antara kamu, maka sesungguhnya dia adalah salah satu dari mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [TQS al-Maidah 5: 51].

Adapun masalah kehati-hatian terhadap musuh eksternal, Amerika tidak melanggar tanah hanya untuk perdagangan atau pariwisata saja. Sebaliknya, AS datang sebagai kekuatan kolonialis untuk mencegah berdirinya Islam, di bawah naungan Khilafah Islam, dan menjarah kekayaan umat Islam. Oleh karena itu, tidak seorang pun dari Taliban, atau orang lain, harus memegang gagasan bahwa Amerika dapat menjadi teman atau sekutu. Sebaliknya, AS akan selalu tetap sebagai musuh bebuyutan, yang menyergap Islam dan kaum Muslim tanpa henti. Pertemuan seperti itu yakni dengan kepala mata-mata Amerika tidak akan mendukung proyek Islam dan kebangkitannya. Perhatikan orang-orang yang mendahului Anda dalam perjuangan seperti Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, yang menerima untuk duduk dengan orang-orang Yahudi dan akhirnya setia kepada orang-orang Yahudi. Allah (swt) berfirman,

وَلَا تُؤْمِنُوا إِلَّا لِمَن تَبِعَ دِينَكُمْ قُلْ إِنَّ الْهُدَى هُدَى اللَّهِ أَن يُؤْتَى أَحَدٌ مِّثْلَ مَا أُوتِيتُمْ أَوْ يُحَاجُّوكُمْ عِندَ رَبِّكُمْ قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 “Dan janganlah kamu beriman kecuali orang-orang yang mengikuti agamamu.” Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk (yang benar) adalah petunjuk Allah. [Apakah kamu takut) jika seseorang diberi [ilmu] seperti yang diberikan kepadamu atau bahwa mereka akan berdebat denganmu di hadapan Tuhanmu?” Katakanlah, “Sesungguhnya, [semua] karunia ada di tangan Allah – Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Bijaksana.” [TQS Surah Ali Imran 3: 73].

Sumber : http://hizb-ut-tahrir.info/en/index.php/2017-01-28-14-59-33/news-comment/22004.html