Breaking News

Hijrah Menuju Darul Islam

Oleh : Wandra Irvandi, M.Sc (intelektual muslim)

Peristiwa hijrah merupakan peristiwa besar yang telah dijadikan penanggalan dalam sistem kalender umat islam. Khalifah Umar bin Khattab telah menetapkan peristiwa hijrah menjadi tonggak awal perubahan umat islam, padahal ada peristiwa kelahiran Rasulullah, isra’ Mi’raj nya Nabi, hingga peristiwa pertama kali rasulullah menerima wahyu. Namun semua itu belum menjadi ketetapan dalam penanggalan, namun peristiwa hijrahnya rosulullah dari kota mekkah al-mukarromah menuju kota madinah al-munawwaroh yang telah dipilih dan ditetapkan oleh Umar bin khattab setelah bermusyawarah dengan para sahabat yang lain.

Sebelum peristiwa hijrah dilakukan oleh rasulullah dan para sahabat, beliau mengalami tekanan dakwah begitu kuat. Meninggalnya dua penolong dan penopang dakwah yakni istri beliau sayyidituna khadijah dan pamannya abu thalib dan Rasulullah digembirakan dengan peristiwa isra mi’raj. Setelah peristiwa isra’ mi’raj beliau pun melakukan aktivitas thalabun nusroh, yaitu aktivitas mencari pertolongan dakwah kepada qabilah-qabilah di sekitar jazirah arab. Tidak semua mau menerima dan menolong dakwah islam, kecuali dua suku dari yatsrib (baca: madinah) yaitu suku aus dan suku khazraj.

Setelah kedua suku tersebut menerima dakwah islam, rasulullah mengirim salah seorang juru dakwah untuk menjadi duta islam di kota madinah, mendakwahi semua orang yang ada disana. Beliau lah Mus’ab bin Umair. Setahun aktivitas dakwah dilakukan hingga tidak satupun rumah kecuali didalamnya sudah berbicara tentang islam dan rasulullah Muhammad saw. Kehadiran rasul ditunggu-tunggu, namun belum ada perintah dari Allah hingga telah tiba saatnya beliau bersama Abu Bakar hijrah ke madinah.

Hijrah menurut imam ibnu hajar asqolani, memiliki dua makna, pertama hijrah secara batin, yaitu hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah swt. Dalam hal ini kita diminta untuk selalu taat kepada allah dalam segala hal. Ketaatan secara menyeluruh (baca: kaffah) dalam seluruh aspek kehidupan baik pribadi, masyarakat dan bernegara. Maka dari itu bermuhasabah diri dan senantiasa introspeksi apa yang telah dilakukan selama ini. Salah satu bentuk muhasabah, ada satu prilaku yang membuat kita jatuh kepada kemurkaan Allah. Salah satu perbuatan tersebut adalah jika memiliki sifat sombong. Sombong bemakna menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Iblis terusir dari surga, dikarenakan mengidap penyakit hati ini. Gara-gara sombong pula lah agama islam yang mudah diterima oleh akal sehat akan tertolak, dan membuat kita semakin jauh dari hidayahnya Allah swt.

Adapun makna hijrah yang kedua yaitu hijrah secara zahir (fisik), bermakna pindah secara tempat. Berarti hijrahnya rasulullah dan para sahabat dari kota mekkah ke kota madinah atau dari darul kufur menuju darul islam. Maksud dari darul kufur adalah suatu negeri atau wilayah yang didalamnya berjalan hukum islam, namun keamanannya tidak ditangan kaum muslimin. Sedangkan darul islam adalah suatu negeri atau wilayah yang didalamnya diterapkan hukum islam, dan keamanannya berada di tangan kaum muslimin. Hal ini dijelaskan oleh syaikh abdul wahab khalab dalam kitabnya as-siyasat as-syar’iyyah. Penjelasan beliau juga hampir senada sebagaimana dijelaskan oleh syeikh taqiyuddin an-nabhani didlam kitab beliau asy-syakhsiyyah al-islamiyah juz 2. Beliau menjelaskan bahwa dua syarat suatu wilayah itu dapat dikatakan sebagai darul islam atau darul kufur, yaitu diterapkan hukum islam dan keamanan ditangan kaum muslimin. Apabila salah satu diantara kedua hal tersebut tidak ada, maka wilayah itu merupakan darul kufr walaupun mayoritas penduduknya muslim. Begitu juga sebaliknya, apabila kedua syarat tersebut terpenuhi maka wilayah tersebut merupakan darul islam walaupun mayoritas penduduknya adalah non-muslim. Makna keamanan ditangan kaum muslimin sama juga dengan ditangan kekuasaan kaum muslimin. Artinya masyarakat di wilayah tersebut baik muslim maupun non-muslim dibawah jaminan penguasa atas keberlangsungan aktivitas mereka dengan diterapkannya hukum-hukum islam.

Hijrahnya rasulullah dan para sahabat ke kota madinah, berpengaruh pada perubahan tidak hanya secara indvidu, tetapi juga bermasyarakat dan bernegara. Kondisi masyarakat sebelum hijrah merupakan kondisi yang terbelakang baik dari sisi aqidah, ekonomi, sosial dan politik. Dari sisi aqidah, banyak di antara masyarakat mekkah merupakan penyembah berhala dan memiliki aqidah yang rusak. Dalam perkara ekonomi, mereka sudah terbiasa melakukan transaksi-transaksi yang curang, menipu dan melakukan riba. Dalam urusan politik, tingkatan kesukuan merupakan kasta yang dianggap penting, apalagi kalau dia dari kalangan suku yang kuat dan kaya, maka sudah pasti akan terpandang dan akan menjadi pemimpin. Dalam kehidupan sosial masyarakat, kehidupan mereka penuh dengan peminum, pejudi, dan pezina. Mereka terbiasa melakukan pesta pora, bahkan rela membunuh anak wanita jika tidak mau menanggung malu.

Kondisi ini berbeda ketika rasulullah dan para sahabat hijrah ke kota madinah. Aqidah masyarakat dibentuk dengan aqidah islam, ekonomi yang diterapkan jauh dari transaksi ribawi, sosial masyarakat mempersaudarakan antara kaum muhajirin dan anshor, bahkan mereka saling tolong-menolong dalam menopang kehidupan di bawah panji islam. Dalam urusan politik, mereka menjadikan rasullullah sebagai pemimpin mereka, untuk memutuskan segala perkara berdasarkan apa yang Allah turunkan. Apabila terjadi perselisihan maka mereka mengembalikan urusan itu kepada Allah dan rasulNya.

Apabila kita melihat kondisi masa kini, maka tidak jauh beda dengan kondisi masyarakat mekkah dulu sebelum hijrah. Hanya berbeda bentuk dan sarana-prasarana yang digunakan. Karena sejatinya masyarakat terbentuk dari pemahaman, perasaan dan peraturan yang mengikat di antara mereka. Kondisi ini harus mengalami perubahan dengan menerapkan hukum islam didalamnya, berpindah dari darul kufur menuju darul islam. Hijrah seperti inilah yang kita harapkan untuk menuju peradaban yang agung dan mulia. Namun perlu diingat semua itu semata-mata untuk menjalankan perintah Allah swt dan mengharapkan ridhoNya.

Wallahu’alam

Leave a Reply