Breaking News

Keberhasilan Penerapan Islam Secara Praktis Sebagai Solusi Kehidupan

Oleh : W.Irvandi

Pada masa lalu islam telah berhasil diterapkan (sistem hukum) selama lebih dari 12 abad. Penerapan tersebut dilakukan oleh Daulah Islamiyah (baca:khilafah). Selain Daulah Islamiyah tidak ada yang berhasil menerapkannya. Bukti yang paling tegas bahwa sistem hukum Islam telah berhasil diterapkan adalah keberhasilan negara Islam yang luar biasa telah membangkitkan umat islam sebagai umat yang memiliki kedudukan pertama dan utama di dunia.

Ideologi islam mampu merubah suatu bangsa secara keseluruhan dari bangsa yang rendah dan terbelakang menjadi bangsa yang derajatnya tinggi dan maju. Islam juga mampu meleburkan bangsa dan kaum yang berbeda-beda menjadi satu kesatuan dalam umat yang satu, padahal berbeda dari sisi bahasa, adat-istiadat, kecenderungan dan keinginan. Termasuk mengintegrasikan pemeluk agama lain ke dalam naungan sistem islam, dengan terjaminnya kebutuhan pokok, hak dan kebebasan dalam beribadah dan beragama bagi mereka.

Islam juga menjadikan umat yang satu ini sebagai umat tertinggi di seluruh penjuru bumi, baik dari segi hadharah (peradaban), madaniah (budaya), tsaqofah (pemikiran dan ilmu) serta sains dan teknologi selama lebih dari 12 abad sejak pertengahan abad ke-7M s.d abad ke-18M. Hal ini merupakan rentang waktu yang hingga sekarang belum pernah ada satu bangsa atau umat pun di dunia ini yang mampu bertahan sebagai negara adidaya. Dan sudah tidak diragukan lagi berbagai intelektual dan ilmuwan non-muslim memberikan komentar terhadap keberhasilam peradaban islam.

George Sarton berpendapat terhadap sebagian peneliti sejarah yang ingin menyembunyikan apa yang telah disumbangkan dunia timur terhadap peradaban dunia, beliau menyatakan “Pernyataan seperti ini jelas keliru, sesungguhnya hal ini merupakan aktivitas yang sangat besar artinya, dimana bangsa arab telah memindahkan pundi-pundi hikmah Yunani kepada kita dan menjaganya. Seandainya itu tidak dilakukan, niscaya seluruh peradaban akan tetap terbelakang selama berabad-abad”.

Termasuk diantaranya pernyataan Nicholson menyatakan “Berbagai penemuan yang ada saat ini tidak akan menjadi sesuatu yang pantas diingat, seandainya kita tidak merasa berhutang budi atas semua ini kepada para peneliti bangsa Arab dimana mereka telah menjadi obor yang begitu terang selama abad pertengahan yang diliputi kegelapan, terutama di Eropa”.

Keberhasilan penerapan islam ini mencakup di seluruh bidang kehidupan, khususnya bidang politik, ekonomi, kemasyarakatan, pendidikan dan peradilan. Semua itu diterapkan oleh suatu institusi politik yang disebut sebagai Daulah Islamiyah atau Khilafah.

Dalam bidang politik, Khilafah menjadi negara yang satu, kuat dan mulia. Seorang muslim terpandang menjadi orang yang menyebarluaskan islam ke berbagai wilayah dan negeri lainnya. Termasuk membebaskan berbagai bentuk penjajahan manusia menuju kepada kemerdekaan yang hakiki dengan tunduk kepada sang pencipta yaitu Allah swt. Penguasa islam menjadi pemimpin yang mengayomi masyarakat, menjaga dan mengurusi urusan umat.

Dalam bidang ekonomi, Khilafah mendirikan banyak pemondokan dan dapur umum untuk memberikan makan para musafir dan ibnu sabil secara gratis, membangun tempat serbaguna, dan pelayanan kesehatan secara gratis. Semua itu dikelola dengan kekuatan perekonomian yang tiada tandingan dengan meninggalkan riba serta menerapkan dinar dan dirham.

Bidang kemasyarakatan, ikatan yang ada antara laki-laki dan perempuan ditegakkan atas dasar bahwa seorang perempuan adalah kehormatan yang wajib dijaga. Kehidupan rumah tangga berjalan sesuai dengan syariah dan aturan islam. Pergaulan laki-laki dan perempuan dijaga dengan keteraturan yang jelas, saling tolong-menolong antar satu dengan yang lainnya. Berbeda ketika perempuan hari ini telah menjadi komoditas perdagangan.

Pada bidang pendidikan, sudah tidak diragukan islam unggul diberbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi dan pendidikan tinggi. Perguruan tinggi dan universitas islam menjadi kiblat para pelajar dari seluruh penjuru dunia, pusat perhatian dan kaum intelektual. Cordoba, Sevilla, Kairo, dan Baghdad telah melahirkan berbagai ilmuwan dan intelektual yang telah mempersembahkan berjuta-juta karya untuk manusia. Tidak hanya menjadi seorang ilmuwan namun islam menjadikan mereka memahami agama dan akidahnya sehingga tidak menjadi ilmuwan yang menjauhkan agama dari kehidupan.

Penerapan dalam bidang peradilan, hanya peradilan islam lah yang memelihara kehormatan dan kemanusiaan umat manusia, dimana semua manusia sama kedudukannya di hadapan hukum tanpa terkecuali. Begitulah prinsip yang diwariskan baginda Rasulullah saw : “sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah tatkala ada orang-orang lemah yang mencuri, mereka potong tangannya, dan jika orang yang terhormat mencuri, mereka membiarkannya. Demi Allah, seandainya Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku (Muhammad) sendiri yang akan memotong tangannya”.

Begitulah islam dan penerapannya telah berhasil menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan. Dan tentu saja tujuan kita adalah merubah realita yang rusak menjadi realita yang benar, mengangkat diri dari titik rendah menuju kemuliaan. Kalau bukan dengan menerapkan islam, lantas dengan apa lagi kita akan berubah dan dengan apa lagi kita akan mendapatkan keberkahan dari langit dan bumi? Pantaslah islam dan penerapannya dengan institusi khilafahlah sebagai solusi satu-satunya untuk perbaikan negeri ini.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. Al-Araf [96] Wallahu’alam.

Leave a Reply