Breaking News

Kebohongan Adalah Suatu Kezaliman

Oleh : W.Irvandi

Allah telah memberitahukan kepada kita tentang suatu kezaliman. Banyak sekali peringatan di dalam alquran terkait dengan ungkapan kezaliman. Di dalam Al-Qur’an zalim memiliki beberapa makna, di antaranya Zalim itu adalah orang-orang yang menyembah selain Allah [QS Al Baqarah : 165 dan QS Huud : 101]. Atau Zalim itu adalah karena menuruti hawa nafsu dan merugikan orang lain [QS Al Maa-idah : 45] dan zalim merupakan sebuah sifat keangkuhan dan perbuatan kekafirannya [QS Al Kahfi : 35].

Hari ini kita bisa melihat secara langsung bagaimana kezaliman-kezaliman terus dilakukan yaitu kezaliman karena melanggar perintah Allah swt. Tidak adanya keadilan di dalam hukum, dakwah dihalangi, fitnah merajalela, dan terlebih lagi berbagai berita dan informasi bohong bertebaran. Kemaksiatan terus dilakukan dari yang kecil hingga yang besar.

Karena melanggar perintah Allah merupakan kezaliman. Allah berfirman dalam alquran surah albaqarah ayat 229 :

 وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللهِ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Artinya : “….Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, mereka itulah orang-orang yang zhalim.” Dalam hal ini makna zalim berarti adalah menyelisihi perintah Allah swt.

Dan ini sejalan Dalam Qs AtThalaq ayat 1 :

وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا

Artinya : “…barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.”

Di ayat yang lain Allah menegur orang yang tidak mau bertobat dengan sebutan zalim padahal sudah jelas dosa yang ia telah perbuat. Allah berfirman :

بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

Artinya : “…Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [QS Al hujurat ayat 11]

Dan juga ayat

لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya : “…janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” [QS Lukman ayat 13]

Adapun sebab turunnya Surah Lukman ayat 13 ini para mufasir berpendapat bahwa ayat tersebut turun terhadap permasalahan Sa’ad bin Abi Waqash yang tetap berpegang teguh dengan keimanannya walaupun ibunya tidak akan makan dan minum sehingga Sa’ad mau mengingkari Rasulullah. Dan ibunya menjalani itu semua selama tiga hari dalam keadaan tidak makan, tidak pula minum serta tidak berteduh sehingga Sa’ad pun mengkhawatirkannya. Lalu Sa’ad datang menemui Nabi Muhammad Saw. dan mengadukan sikap ibunya kepadanya maka turunlah ayat ini. Dan ayat ini memerintahkan tetap berpegang teguh kepada keimanan daripada kekufuran.

Selain itu orang-orang yang mengaku beriman tentu akan berupaya untuk tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kezaliman. Artinya tidak akan menggabungkan keimanan mereka dengan kemaksiatan. Kemaksiatan yang dimaksud adalah melanggar perintah Allah dan berbuat zalim kepada manusia.

Kezaliman dapat dilakukan terhadap dua perkara. Pertama, menzalimi diri sendiri yaitu dengan perbuatan dosa dan maksiat. Kedua, menzalimi orang lain yaitu tidak menunaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan. Dan kezaliman yang kedua inilah yang akan diberi kesempatan kepada orang-orang yang dizalimi untuk menuntutnya pada Hari Akhir. Dan kezaliman paling besar adalah kezaliman para penguasa.

 إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءٌ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهمْ ، فَلَيْسُ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ

“Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta. Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di hari kiamat).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Wahai para penguasa dan kaum muslimin. Dimana kah posisi kezaliman kita pada hari ini? Apakah yang pertama atau yang kedua? Bukankah pembohong juga termasuk suatu kezaliman? Mau berapa ayat yang harus diungkapkan agar kita segera bertaubat memenuhi perintah Allah dan Rasulullah? Atau kita termasuk Didalam QS Al ‘Ankabuut : 46 yaitu orang-orang yang zalim adalah orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, dan cara berdebat yang baik tersebut tidak dapat dipakai lagi karena mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.

Naudzubillah.

i

Leave a Reply