Breaking News

MEMPERJUANGKAN KEJAYAAN ISLAM – Reportase Liqo Syawal 1440 H

Sekitar seratusan orang menghadiri kegiatan Silaturrahmi dan Halal yang diselenggarakan oleh Ma’had Inhadul Fikri pada sabtu pagi (29/6) bertempat di Aula Rumah Wakil Walikota Pontianak. Agenda yang juga dikenal dengan nama Liqo Syawal ini mengundang para tokoh, ulama, dan juga aktivis pemuda.

Ustadz Doni Purwanto dari Ma’had Inhadul Fikri dalam sambutannya menyampaikan betapa pentingnya semangat persatuan umat. Ukhuwah yang erat antar kaum muslimin harus terus dijaga. Dalam kesempatan itu Ustadz Doni juga menceritakan fakta-fakta yang terjadi pada kaum muslimin hari ini. Mulai dari persoalan individu seperti  kemiskinan, kebodohan, kriminal merambat ke persoalan dalam komunitas masyarakat hingga kondisi negara yang semakin memprihatinkan. Penyelenggaraan peradilan yang tidak memihak kepada rakyat hingga persoalan hutang negara yang semakin melilit juga disampaikan oleh ustadz Doni.

“Untuk itu, kegiatan kali ini sekaligus sebagai konsolidasi bagi kita semua untuk sama-sama menyadari bahwa persatuan umat di bawah naungan khilafah Islamiyah merupakan sesuatu yang harus kita perjuangkan demi terwujudnya islam rahmatan lil alamin,” pungkas ustadz Doni dalam sambutannya.

Kegiatan Liqo Syawal 1440 H kali ini juga digelar agenda Dialog Interaktif yang mengambil tema Masa Depan Dakwah dalam Menyambut Kebangkitan Umat Islam. Hadir sebagai narasumber Ustadz Wandra Irvandi, M.Sc yang membawakan materi Pertarungan Kapitalisme dan Sosialisme Komunis Mencengkram Indonesia dilanjutkan narasumber berikutnya Ustadz Muhammad Kurniawan, M.Sc dengan materinya Dakwah da Perjuangan Menuju Kejayaan Umat.

Ustadz Wandra mengawali materinya dengan memaparkan fakta bahwa Kesatuan Umat Islam sudah berlangsung sejak masa Rasulullah  hingga Daulah Khilafah Utsmani. Berlangsung selama lebih dari 13 Abad hingga akhirnya diruntuhkan pasca perang dunia I.

Semenjak itu, menurut Ust Wandra, kondisi umat Islam terpecah belah. Khilafah yang merupakan satu-satunya institusi pemersatu dihapuskan. Kondisi diperparah dengan pengkotak-kotakan negeri muslimin pada perjanjian Sykes-Picot 1916. Berturut-turut, tahun 1917 Deklarasi Ballfour ditandatangani yang merupakan legalitas dari pendirian tanah air bagi orang Yahudi di tanah Palestina yang hari ini kita kenal dengan sebutan negara Israel.

Selanjutnya, Barat sebagai pemenang perang mengemban idelogi mereka ke seluruh dunia, yakni sekulerisme dengan sistem Ekonomi Kapitalisme dan sistem pemerintahan Demokrasi. Para penguasa negeri-negeri yang sudah terpecah itu kemudian hanya menjadi kepanjangan tangan dari penguasa dunia (barat) yang memiliki misi mencegah kembalinya Islam sebagai kekuatan Politik Dunia.

Ustadz Wandra juga mengulas mengenai kebangkitan negara Cina yang menerapkan ideologi negara Komunisme namun mempraktikkan sistim Ekonomi Kapitalisme. Cina menjadi kekuatan baru yang digadang-gadang menjadi pesaing Amerika. Dan posisi kita, kian terhimpit saja oleh penjajahan model baru (neo imperialisme). Satu-satunya kekuatan yang mampu menghentikan neo imperialisme Amerika dan Cina ini adalah Islam. Bukan sekadar agama untuk menjalankan ibadah idividu, tetapi juga sebagai ideologi negara yang berlandaskan Alquran dan Assunah.

Sementara itu pemateri selanjutnya, Ustadz Muhammad Kurniawan menyampaikan bahwa prediksi akan bangkitnya kembali Islam dengan Sistem pemerintahan Khilafah Islamiyah sebenarnya sudah diprediksi oleh barat jauh-jauh hari. Dokumen dari National Intelligence Council’s yang dirilis pada tahun 2004 menyampaikan empat skenario yang diperkirakan terjadi sekitar 2020an, yakni:Kebangkitan ekonomi Asia yang akan didominasi oleh Cina dan India, atau Dunia tetap dipimpin oleh Amerika Serikat (Pax Americana). Skenario ketiga adalah A New Chalipate atau kebangkitan kembali khilafah Islam atau skenario berikutnya munculnya Cycle of Fear (Lingkaran Ketakutan) yang menyebabkan berbagai phobia seperti terorisme, chaos yaang terjadi di setiap sudut dunia.

Maka, untuk menghindari agar Khilafah bangkit kembali, barat melakukan strategi pecah belah antar kaum muslimin yang diaggap paling efektif. Umat Islam akan disibukkan dengan urusan mereka sendiri sehingga melupakan sesuatu yang esensi yakni melanjutkan kehidupan islam dalam naungan Khilafah Islamiyah.

Selanjutnya Ust Kurniawan mengajak kepada seluruh hadirin agar menyadari akar masalah ini dan bersama-sama berjuang dengan meneladani perjuangan yang telah dilakukan Rasulullah SAW. Thariqoh (metode) Dakwah yang dilakukan Rasulullah adalah jalan menuju kebangkitan itu. Perjuangan rasul mulai dari membina dan membentuk jamaah, berinteraksi dengan masyarakat, hingga akhirnya mencapai tahapan penerapan hukum-hukum Islam.

Dengan diterapkannya hukum-hukum yang langsung dari Allah SWT, maka kehidupan yang penuh Rahmat bagi seluruh alam akan benar-benar terwujud.  (PY)

Leave a Reply