Breaking News

Multaqo Ulama Pontianak, Meletakkan Hukum Allah di bawah Konsitusi dan UU Buatan Manusia adalah Kezholiman

Majelis Taklim Inhadhul Fikri Pontianak menyelenggarakan Multaqo Ulama pada Sabtu malam 29 Februari 2020. Acara bertempat di kediaman Ustadz Untung Suropati, salah satu pengurus Masjid Bustanul Jannah Pontianak Barat. Acara diselenggarakan dalam rangka silah ukhuwah serta membangun kesadaran politik ulama dan asatidz.

Sekitar pukul 20.30 acara dimulai dengan muqoddimah dari Ustadz Donny Purwanto selaku pengasuh Ma’had Inhadhul Fikri, menyampaikan terima kasih kepada sohibul bait serta asatidz yang hadir dalam majlis tersebut.

Selanjutnya, Ustadz Anang Hermawan yang juga pengasuh kajian tahsin menyampaikan bahwa menetapkan hukum itu hanya hak Allah swt saja, bukan manusia. Jika ada yang mengatakan konstitusi harus di atas kitab suci dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka itu merupakan pernyataan yang sesat dan menyesatkan.

Selanjutnya Ustadz Nunung Aji selaku pengasuh Ma’had Inhadhul Fikri menyampaikan bahwa pernyataan konstitusi harus di atas kitab suci itu telah menyakiti kaum Muslimin. Umat Islam tentu tidak ridho menempatkan ayat suci yang mulia di bawah yang lain.

Selanjutnya, Ustadz Ranoval yang juga pengajar di salah satu ponpes ini sangat menyesalkan pernyataan demikian, dan mengatakan bahwa itu berasal dari paham sekulerisme yang telah mewabah di tengah umat.

Sebagai penutup, Ustadz Donny Purwanto menyimpulkan bahwa meletakkan hukum Allah di bawah hukum dan UU buatan manusia termasuk sebuah kezholiman. Pernyataan semacam ini lahir dari paham sekulerisme. Padahal umat Islam adalah umat robbaniyah, bukan umat ‘ilmaniyah (sekuleris). Umat Islam diperintahkan Allah swt untuk mengatur seluruh kehidupan mereka dengan hukum Allah semata, termasuk dalam urusan siyasah kenegaraan.

 

Leave a Reply