Breaking News

Obrolan Seputar Islam Terkini: Gempa Bumi, Peringatan Bagi Kita

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (UU 24/2007)

Demikian disampaikan oleh dr. Saptiko, M.Med. PH, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak saat memberikan materinya pada kegiatan Obrolan Seputar Islam Terkini (OBSESI) yang diselengarakan oleh ma’had Inhadul Fikri di Masjid Raya Mujahidin pada ahad, 14 Oktober 2018.

Kegiatan OBSESI kali ini mengangkat tema “Gempa Bumi, Peringatan Bagi Kita”. Tema ini diangkat sebagai respon dari bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami yang baru saja terjadi di Palu, Donggala, dan sekitarnya.

Saptiko menjelaskan bahwa seharusnya kita seantiasa mengingat bencana yang pernah terjadi dimanapun berada. Karena sejarah itu berulang, dengan mengigat atau mencatat bencana yang terjadi setidaknya kita bisa memiliki persiapan yang baik saat kemungkinan terjadinya bencana di masa mendatang.

“Sejarah bencana jangan dilupakan, karena ini dapat terulang kembali,” demikian ungkap dr. Saptiko saat memberikan penjelasan bahwa sesungguhnya likuifaksi yang terjadi saat ini di Sulawesi Tengah, pada zaman Belanda, dulu, sudah pernah terjadi.

Selain dr. Saptiko, hadir pula narasumber Ustadz M. Nunung Binarto Aji, ST., pengasuh Majelis Taklim Inhadul Fikri. Ustadz Nunung yang juga dikenal dengan aktivis dakwah warung kopi ini mengetengahkan materi Pandangan Islam terhadap Bencana  Alam dan Cara Islam Menanganinya.

Menurut Ustadz Nunung, pada dasarnya hakikat bencana itu merupakan Qodho dan Qodar dari Allah, akibat ulah tangan manusia, peringatan dari Allah SWT, seleksi dari Allah tentang orang yang beriman, azab dari Allah, dan juga memiliki tujuan agar manusia kembali kepada aturan Allah SWT.

Lalu bagaimana pandangan Islam terhadap penanganan bencana? Ustadz Nunung menjelaskan beberapa tahap cara pandang Islam terhadap penanganan bencana yang terjadi. Pertama, hendaknya kaum muslimin terhadap bencana yang terjadi herus memiliki sikap yang benar. Karena bagaimana pun juga bencana yang terjadi merupakan qadha dari Allah SWT, sabar adalah hal mutlak yang harus dilakukan oleh kaum muslimin.

Berikutnya, lanjut ustadz Nunung, sabar saja tentu saja tidak cukup. Diperlukan penanganan komprehensif berdasarkan nilai-nilai syariat, bukan hanya nilai-nilai material maupun kemanusiaan semata. Yang terpenting, penanganan komprehensif tersebut hanya bisa dilakukan oleh institusi dan wewenang terbesar yakni negara. Negara yang menerapkan aturan Allah otomatis akan melakukan penanganan secara komprehensif tersebut berdasarkan syariat.

Seluruh tahapan tersebut ada standarnya dalam Islam dan sudah terbukti mampu diterapkan selama empat belas abad. Dampak daripada itu semua adalah keberkahan yang tak terhingga dari Allah SWT terhadap negeri-negeri di hampir dua per tiga dunia.

Selain penyampaian materi, di bagian akhir panitia juga melakukan penggalangan dana dari jamaah yang hadir untuk nantinya akan diberikan kepada para korban gempa di daerah Sulawesi Tenggara. [PY]

Dokumentasi Acara :

Leave a Reply