PASIEN OTG & GEJALA RINGAN COVID TIDAK MASUK RS BANTU PEMULIHAN EKONOMI, SAAT PROYEK IBU KOTA NEGARA (IKN) BARU DIPAKSAKAN

Oleh : Muhammad Abduh Hirawan, S.T

Berita:

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berkata level asesmen daerah bisa lebih baik jika para pasien Covid-19 tanpa gejala atau OTG dan gejala ringan tidak masuk rumah sakit. Hal itu menurut Luhut justru bisa membantu pemulihan perekonomian di tanah air.

“Pemerintah Daerah untuk mendorong pasien yang tidak bergejala atau OTG dan bergejala ringan tidak masuk ke dalam rumah sakit sehingga asesmen. Level-nya juga berada di kondisi yang cukup baik. Langkah ini juga akan menjaga upaya pemulihan ekonomi, dengan tetap memastikan kapasitas kesehatan kita tetap dalam kondisi yang aman” kata Luhut dalam jumpa pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (31/1).

Dia berkata pemerintah ingin menciptakan keseimbangan yang baik antara kesehatan dengan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan telemedicine untuk membantu pasien Covid-19 yang isolasi mandiri. (CNN Indonesia)

Komentar :

Pelayanan kesehatan didalam Islam adalah kewajiban pemerintah  kepada rakyatnya. Termasuk dalam penjaminan kebutuhan dasar bersama pendidikan, makanan, pakaian dan tempat tinggal.

Ramai diberitakan Proyek Ibu Kota Negara (IKN) akan dilaksanakan di Kalimantan Timur. Proyek yang dihitung nilainya pada tahun 2019 bernilai hampir 500 trilliun, lebih berharga dibandingkan pelayanan kesehatan rakyatnya. Alibi pemulihan ekonomi, nampaknya tidak berlaku pada rencana Proyek IKN ini, karena pembentukan Undang – Undang IKN begitu luar biasa dikebut pengesahannya.

Kesehatan merupakan salah satu hajat hidup orang banyak, oleh karena itu kehadirannya sangat diperlukan apalagi dikala pandemi seperti saat ini. Untuk mengcover masyarakat yang tidak mampu mengakses layanan kesehatan. Konsep ini ternyata sudah ada sejak masa Rasulullah, juga pada masa Khilafah Abbasiyah. Salah seorang dokter yang juga merupakan ilmuwan bernama Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al-Razi menjadi sosok yang berperan dalam perjuangan jaminan kesehatan di masa Khilafah Abbasiyah.

Sejarah telah membuktikan satu-satunya sistem yang mampu mengatasi pandemi adalah sistem Islam. Keberhasilan ini tidak lepas dari paradigma fungsi penguasa dalam sebuah negara. Syariat Islam telah menempatkan negara sebagai penanggung jawab urusan umat. Oleh karena itu, negara dalam sistem Islam akan hadir sebagai institusi periayah/pengurus kebutuhan umat. Rasulullah saw bersabda, ”Seorang imam (pemimpin) adalah ra’in (penggembala) dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya (rakyatnya).” (HR al-Bukhari).[]