Breaking News

PAWAI MUHARRAM 1441H MOMENTUM BERSATUNYA UMAT

Ribuan umat Islam di Kota Pontianak berkumpul menyambut pergantian tahun baru 1441 H di depan kantor Walikota Pontianak. Pawai ta’aruf ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak. Pergantian tahun baru Islam ini akan dimeriahi dengan kegiatan pawai ta’aruf. Berbagai macam elemen masyarakat tumpah ruah. Mulai dari pegawai pemerintahan, siswa sekolah dan mahasiswa, organisasi masa, majelis taklim, kelompok-kelompok pengajian.

Salah satu peserta pawai, Wandra Irvandi mengatakan bahwa pawai taaruf ini menjadi penyemangat pemersatu umat sekaligus pengingat kita semua, bahwa Islam memiliki kalender khas yang digunakan selama kurang lebih 14 abad. Kalender inilah yang dijadikan acuan bagi kaum muslimin dalam rangka menyebarkan dakwah hingga pelosok dunia.

Wandra yang merupakan perwakilan dari majelis taklim Inhadul Fikri menyampaikan bahwa pawai taaruf ini perlu untuk terus dilakukan. Bertemunya sesama muslimin sekaligus ajang sillah ukhuwah mengingat sesama muslimin itu bersaudara.

Namun tentu saja peringatan pergantian tahun baru Islam ini tidak berhenti sebatas berkumpul bersama kemudian melakukan pawai. Menurut Wandra, Esensi dari hijrah Rasulullah yang kemudian dijadikan momentum diberlakukannya penanggalan Islam oleh Khalifah Umar bin Khattab, ini yang seharusnya merasuk di hati dan pikiran kam muslimin.

Penetapan Muharam sebagai awal bergantinya tahun baru Islam, menurut Wandra sekaligus penetapan diberlakukannya syariat secara menyeluruh. Hukum Allah diaplikasikan dalam kehidupan bernegara sehingga kesejahteraan yang penuh berkah, rahmat bagi seluruh alam, meliputi bumi.

Pawai taaruf kali ini dimeriahkan dengan berbagai macam aksesoris. Mulai dari mobil hias, pakaian adat melayu, kelompok marching band, pencak silat, dan berbagai rupa-rupa pemandangan lainnya. Satu hal yang mencolok perhatian adalah banyak berkibarnya bendera hitam dan putih bertuliskan dua kalimat syahadat. Bendera yang juga dikenal dengan sebutan bendera tauhid ini belakangan kerap menjadi pembicaraan.

Menyikapi hal tersebut, Wandra menyampaikan bahwa ini merupakan bendera umat Islam. Identitas penyatu umat. Kalimat tauhid yang tertulis merupakan kalimat yang dengan kita hidup hingga mati. Seharusnya kita bangga dengan bendera tauhid ini.

Wandra berharap semakin hari bendera tauhid ini semakin dicintai umat sehingga tak ada lagi yang membenci bahkan memperkusinya.

“Coba lihat kibarannya, indah bukan?” pungkas Wandra. (PY)

Leave a Reply