PEMUFAKATAN JAHAT DALAM MONOPOLI HARGA : PENGUSAHA SAWIT MENIKMATI HASIL, RAKYAT TETAP SULIT

Oleh : Muhammad Abduh Hirawan ST.

Berita :

Saham emiten produsen minyak mentah sawit (crude palm oil/CPO) menguat ke zona hijau pada awal perdagangan hari ini, Senin (31/1/2022), seiring harga CPO melesat tinggi selama sepekan lalu. Berikut kinerja saham CPO, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.37 WIB. (CNBC Indonesia)

Komentar :

Beberapa perusahaan perkebunan sawit, menikmati naiknya harga CPO selama sepekan terakhir. Para spekulan kemudian menjadikan emiten sawit sebagai komoditas favourit di lantai bursa saham, menjadikan nilai saham emiten sawit melesat tinggi, ditengah tingginya permintaan dunia akan kebutuhan CPO.

Tidak berbeda dengan kondisi dalam negeri, kebutuhan minyak goreng pun menjadi tinggi, dengan trend kenaikan harga per liternya. Walaupun sudah diintervensi harga oleh pemerintah, namun kondisi permintaan pasar masih belum cukup.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengendus adanya praktik kartel dibalik lonjakan harga minyak goreng di pasaran. Sebab, harga minyak hingga kini masih mahal kendati telah melewati periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Ketika penguasa bersama mitra pemodalnya melakukan pemufakatan jahat dalam agenda investasi bisnis sawit, maka akan terjadi monopoli harga di sektor hilir minyak goreng dengan praktik kartel. Padahal, sawit dengan luasnya area perkebunannya merupakan hak kepemilikan umum dari sisi hukum Islam.

Rasulullah bersabda,“Kaum Muslimin bersekutu dalam tiga hal : air, padang dan api “. (HR. Abu Dawud). Maka, perkebunan sawit sebagai bagian dari kepemilikan umum, haram dimiliki swasta maupun asing.

Rosulullah ﷺ berdo’a :

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ

“Ya Allah, siapa yang diberi tanggung jawab untuk mengurusi ummatku lalu dia mempersulit urusan mereka, maka persulitlah dia.” (Hadits Riwayat Muslim 3407).[]