Breaking News

PENUTUPAN PAMERAN SATU TUBUH SEKALIGUS LAUNCHING KHAT KALBAR

Jejaring Seniman muslim KHAT Kalimantan Barat menggelar penutupan pameran seni Satu Tubuh pada sabtu, 21/12 kemarin di Samara Cafe, Pontianak. Pameran seni Islam ini sudah berlangsung selama sepekan dan menghadirkan karya-karya grafis, sastra, musik, video dan kaligrafi.

Irwan Susandi, Ketua Panitia menyampaikan Tema Satu Tubuh di ketengahkan karena terinspirasi dari hadits nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa sesama mukmin itu diumpamakan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka bagian tubuh lainnya ikut merasakan. Dalam sambutannya, Irwan menampaikan tentang situasi kaum muslimin hari ini yang tercerai berai bahkan tertindas selama puluhan tahun seperti di Palestina. Pameran Seni Satu Tubuh ini diharapkan mampu membangkitkan semangat kita semua dalam ukhuwah Islamiyah yang nyata.

Selain penutupan pameran, agenda malam itu juga dirangkai dengan launching Jejaring KHAT Kalbar secara resmi. Ketua KHAT Kalbar, Pay Jarot Sujarwo menyampaikan kehadiran jejaring seniman Muslim KHAT sudah ada di Indonesia sejak tahun 2016. Berpusat di Jogjakarta, jejaring seniman muslim ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dan juga mancanegara seperti Bangladesh, juga Malaysia..

Menurut Bang Pay, sapaan akrabnya, sebelum Kalimantan Barat juga telah hadir jejaring KHAT Jawa Timur yang menyusul eksistensi para jejaring di Jogja. Karya-karya yang menyemangati perjuangan Islam hadir dari berbagai macam disiplin ilmu para seniman. Bang Pay menjelaskan karya seni yang dihadirkan KHAT menggunakan tiga parameter: pertama, proses penciptaan maupun karya yang dihasilkan tida bertentangan dengan hukum atau fiqih Islam. Kedua, karya yang ditampilkan mendukung opini penerapan syariah. Ketiga, karya seni yang dipilih dipertimbangkan bernilai artistik. Jejaring Khat Kalbar pada malam itu dilaunching oleh pembina KHAT Kalbar yakni Ust Wandra Irvandi.

Terdapat beberapa rangkaian acara seperti Pembacaan Puisi, penampilan KhatKustik, berbalas pantun, ulas karya, dari para jejaring. (Tim Reporter DK)

Leave a Reply