PERCEPATAN PELAKSANAAN PROYEK STRATEGIS NASIONAL MEMBERIKAN KEMUDAHAN BAGI PEMODAL MENGUASAI SDA

Oleh : Muhammad Abduh Hirawan. ST

Berita:

Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia memastikan akan mensuplai bahan-bahan kebutuhan dunia. Namun, suplai yang diberikan tidak dalam bentuk bahan mentah atau raw material.

“Kami kaya akan nikel bauksit timah dan tembaga. Kami memastikan akan mensuplai cukup bahan-bahan tersebut untuk kebutuhan dunia. Namun bukan dalam bentuk bahan mentah, tetapi dalam bentuk barang jadi atau setengah jadi yang bernilai tambah tinggi,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada peresmian B20 Inception Meeting yang disiarkan secara virtual pada Kamis (27/1/2022).

Jokowi melanjutkan, hilirisasi nikel yang telah dilakukan Indonesia sejak 2015 sudah memberikan dampak tidak hanya dalam penciptaan lapangan kerja. Tetapi, juga dalam sisi ekspor maupun neraca perdagangan Indonesia. (Kompas)

 

Komentar :

Indonesia telah mengeluarkan peraturan yang ditandatangani Presiden Joko Widodo tentang Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Kebijakan ini menjadikan para pemodal mendapatkan kemudahan dalam membangun infrstruktur pengolahan hilir dari pertambangan nikel.

Apa yang dianggap kepastian akan mensuplai bahan-bahan kebutuhan dunia, sejatinya bahan kebutuhan itu disuplai dari industri yang dimiliki investor atau pemodal yang keuntungannya dinikmati lebih banyak oleh pemodal, dan bukan dinikmati oleh rakyat. Sudah seharusnya, penguasa yang diberikan amanah pengurusan rakyatnya, untuk tidak memberikan secara cuma – cuma sumber daya alam yang dianugrahkan Allah untuk rakyatnya kepada para pemodal dengan atas nama investasi.

Rasulullah bersabda,“Kaum Muslimin bersekutu dalam tiga hal : air, padang dan api “. (HR. Abu Dawud). Anas meriwayatkan hadist dari Ibnu Abbas tersebut dengan menambahkan : wa samanuhu haram (dan harganya haram ).[]