Breaking News

Puisi “Ukhuwah” Menggelegar di Masjid Raya Mujahidin


Halal bi Halal, Tabligh Akbar, dan Shalawatan yang diselenggarakan Ma’had Inhadul Fikri di Masjid Raya Mujahidin pada, ahad (15/7) lalu juga diisi dengan pembacaan puisi oleh salah seorang sastrawan Kalimantan Barat, Pay Jarot Sujarwo.

Pay Jarot Sujarwo merupakan penulis sastra sekaligus traveler yang sudah dikenal publik Kalimantan Barat khususnya di bidang kepenulisan. Sastrawan ini memiliki program yang sudah dijalankan sejak 2005 yakni memotivasi para remaja untuk membaca dan menulis. Program ini dijalankannya di hampir tiap sudut kota dan desa di Kalimantan Barat. Ini membuat namanya dikenal luas.

Semenjak tahun 2015, Pay Jarot Sujarwo memutuskan untuk merapat dalam barisan yang kelompok dakwah Islam. Keputusannya berhijrah cukup mengejutkan sekaligus mendapat respon positif dari banyak kalangan.

Pada kegiatan di Masjid Raya Mujahidin yang mengambil tema Refleksi Persatuan Umat Muslim Kalbar 2018 Pay Jarot Sujarwo hadir. Tak sekadar hadir, beliau juga membacakan puisi yang ditulisnya yang berjudul ukhuwah.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan Rasulullah SAW mendakwahkan Islam mulai dari Mekah, Madinah, hingga negeri-negeri jauh. Islam kemudian meluas di seantero bumi tak mengenal warna kulit, juga suku bangsa. Di bawah panji-panji Islam, ukhuwah terbina dan berlangsung selama lebih kurang 14 abad.

Pay Jarot Sujarwo begitu menjiwai puisi yang ia baca. Penuh gelora. Bergetar dahsyat. Membuat masjid Mujahidin menggelegar. Berikut puisi lengkap Pay Jarot Sujarwo serta rekaman videonya.

 

UKHUWAH

Puisi oleh Pay Jarot Sujarwo

 

cerita ini bermula dari sebuah negeri tandus bernama mekah

seorang lelaki dapat perintah untuk menyampaikan kebenaran dengan hikmah

dakwah!

lelaki ini merangkul saudaranya, sahabat dekatnya, hingga  para kabilah

suku-suku yang gemar berperang, orang-orang asing dari negeri antah berantah

hingga akhirnya negeri tandus itu selimuti berkah.

dari mekah dakwah berlanjut ke madinah

suku-suku yang suka berperang telah diikat dalam satu akidah

mereka telah berikrar bahwa tidak ada tuhan selain allah

ratusan atau bahkan mungkin ribuan berhala yang selama ini mereka sembah harus musnah

lalu mereka hidup dalam persaudaraan yang begitu kuat  bernama ukhuwah

 

begitulah, dakwah kemudian menyebar

semangat orang-orang untuk terus menyampaikan kebenaran semakin berkobar

di bawah panji laa ila ha illallah berbagai suku bangsa dipersatukan

berbagai macam corak adat budaya dan perbedaan dipersaudarakan

quraish, bersaudara dengan badui, bersaudara dengan kurdi, bersaudara dengan parsi

bersaudara dengan turki, bersaudara dengan aria, bersaudara dengan skandinavia

bersaudara dengan india

 

ukhuwah ini telah meliputi negeri-negeri hingga 2/3 dunia.

ilmu pengetahuan seketika menjadi pembukan jalan dari kegelapan menuju terang benderang.

di al maghrib, univeritas berdiri. penemu-penemu bermunculan. orang-orang berlomba menimba pengetahuan.  melintasi waktu, wilayah, bahkan zaman. puluhan tahun, ratusan tahun, bahkan ribuan tahun. gelora dakwah tak pernah berhenti meliputi bumi

 

di bawah panji laa ila ha illallah berbagai suku bangsa dipersatukan

berbagai macam corak adat budaya dan perbedaan dipersaudarakan

ke barat, dakwah ini menyebar hingga sudut kota brazilia bahkan sampai alaska

tanah afrika dan eropa jangan di tanya, lebih dulu mereka mendengar dan taat lalu menjadi saudara

ke timur, setelah cina, kabar gembira ini terus turun ke bawah

sampai sumatra, sampai jawa, sampai borneo, sampai selebes, sampai papua

melayu bersaudara dengan bugis bersaudara dengan madura bersaudara dengan jawa

bersaudara dengan cina bersaudara dengan dayak bersaudara dengan sasak

bersaudara dengan batak

takbir!

 

begitulah ukhuwah

14 abad ukhuwah ini telah menjadikan rahmat meliputi bumi

14 abad ukhuwah ini telah menjadi pemersatu yang begitu mumpuni

14 abad ukhuwah ini telah menjadi senjata yang begitu disegani

ukhuwah ini bernama islam,sebuah jalan keselamatan hakiki

 

ya ayyuhal muslimin

islam telah menjadi sejarah tersendiri yang  berhasil menyatukan berbagai keberagaman

di bawah panji tauhid, persatuan ini menjadi begitu nyata

ikatan akidah yang kuat adalah sesuatu yang mutlak

sebagai penangkal upaya pecah belah

wa’tasimu bi hablillah

 

mari,kita munculkan kembali kesadaran ini

kesadaran untuk tetap satu menegakkan tauhid

kesadaran untuk tetap satu menerapkan syariah

kesadaran untuk tetap satu sebagai penebar rahmah

ukhuwah ukhuwah ukhuwah ukhuwah ukhuwah

 

hingga pada akhirnya

kabar gembira itu akan benar-benar kembali kita rasakan

janji allah akan benar-benar datang di penghujung zaman

panji panji tauhid akan kembali berkibar

pemersatu umat akan kembali hadir

la illa ha illah akan kembali berkumandang

di dalam sebuah naungan kepemimpinan

bernama khilafah ‘ala min hajjin nubuwah

takbir!

 

Pontianak, 2018

Link video Puisi : https://youtu.be/36QuFcoGt6g

 

 

Leave a Reply