Breaking News

Refleksi Umat Muslim Kalbar : MENUJU KEMENANGAN HAKIKI


Ma’had Inhadul Fikri selenggarakan kegiatan Halal Bi Halal, Tablig Akbar, dan Sholawatan di masjid Raya Mujahidin Pontianak, ahad (15/7) kemarin. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka upaya terus merajut ukhuwah antar umat muslim khususnya di kalimanta Barat ini mengangkat tema: Refleksi Persatuan Umat Islam Kalbar.

Ustadz Wandra Irvandi, selaku pengurus Ma’had Inhadul Fikri menyampaikan bahwa saat ini kondisi umat Islam masih dalam keaadaan terjajah, terjepit, dan terhina. Para pembenci Islam terus menerus menghalangi tegaknya Islam.

Ustadz Wandra dalam sambutannya mengutip kitab karangan Syeikh Taqiyuddin An Nabhani, Ad-Daulah Al-Islamiyah yang mengungkapkan bahwa salah satu upaya yang terus menerus dilakukan musuh-musuh Islam agar agama ini tidak lagi bangkit adalah upaya adu domba sehingga umat terpecah belah. Sejak dulu, jurus adu domba antar sesama umat Islam ini terbukti menjadi jurus yang ampuh menghalangi bangkitnya Islam.

“Umat Islam dipecah belah. Umat Islam diadu domba. Umat Islam dibikin kisruh antar pemeluknya sendiri. Selain itu pula umat Islam disisipi dengan pemikiran-pemikiran asing. Termasuk rasa kesukuan yang tinggi sehingga umat Islam tidak lagi membela lagi agamanya, malah membela suku bangsanya. Umat Islam semakin banyak yang tidak peduli dengan saudara-saudaranya Islam di belahan bumi yang lain.” Ujar ustadz Wandra.

Dalam kegiatan ini ada beberapa narasumber yang diundang pantia, yakni Ustadz Sardiawan Umar, S.Pd.I., M.Pd.I., Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Hisbah Al-Mizan Pontianak, Al Habib Abdurrohman Al Muthohhar dari Pondok Pesantren Al Habib Sholeh Bin Alwi Al Haddad, Ustadz Muslim Al Banjary, Pengasuh Ma’had Inhadul Fikri. Juga ada asatidz dari kota Bogor, Ustadz Muhammad Rahmat Kurnia.

Kegiatan yang berlangsung hikmat dan dipenuhi dengan semangat kebangkitan hakiki ini diselingi dengan sholawatan dan juga teaterikal pengibaran bendera pemersatu umat Al Liwa dan Ar Rayyah juga pembacaan puisi oleh salah seorang sastrawan Kalimantan Barat, Pay Jarot Sujarwo .

Masih dari atas podium ustadz Wandra berharap agar kondisi umat Islam kembali pada derajat yang mulia. Berbagai tantangan yang dihadapi harus terus menjadi pemacu diri kita memperjuangkan Islam secara isiqomah. Menyatukan umat Islam adalah sesuatu yang mutlak. Islam harus bisa diterapkan secara kaffah, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, termasuk politik. Kemenangan hakiki hanya bisa diraih dengan penerapan Islam secara kaffah lewat institusi negara bernama Khilafah Islamiyah.

 

Leave a Reply