Breaking News

Reportase – Inhadul Fikri Gelar Halal bi Halal Ulama dan Tokoh Kalbar

Majelis Ta’lim Inhadul Fikri Kalimantan Barat menggelar agenda Halal bi Halal Ulama dan Tokoh Kalimantan Barat yang diselenggarakan online via aplikasi zoom dan disiarkan live oleh channel youtube Dakwah Khatulistiwa pada ahad (14/6).

Halal bihalal ini mengangkat tema Momentum Perubahan di Hari Kemenangan yang dihadiri oleh para tokoh dan ulama dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Beberapa narasumber yang memberikan materinya yakni, Ust Muslim Al-banjary (Inhadul Fikri Pontianak), Ust Arif Hasbillah, Mag (Ponpes Nurul Muhsinin, Punggur – Kubu Raya), Ust Tafsir, S.Ag, M.Pd (Pengurus MUI Kabupaten Sintang), Ust Athoillah (Ponpes Aljihad Pontianak), Ust Zikri Azhar (Inhadul Fikri Singkawang), Ust M Amin Knoester (Pembina Majelis Taklim Darul Al Tasqofah – Ketapang), dan Ust Sardiawan Umar, S.Pdi, M.Pdi (Pondok Tahfizh Quran Hisbah Al Mizan – Ketua Lembada Dakwah FPI Kalbar). Sedianya juga hadir Ust Doni Purwanto dari Inhadul Fikri Pontianak namun karena kendala teknis, koneksi beliau terputus dari zoom sehingga tidak bisa memberikan materinya.

Pimpinan Ma’had Inhadul Fikri Ust Wandra Irvandi, M.Sc yang menjadi ketua panitia dari agenda ini menyampaikan bahwa agenda ini diselenggarakan dalam rangka menjalin sillah ukhuwah antar sesama muslim, khususnya ulama dan juga tokoh masyarakat di Kalimantan Barat. Agenda ini segaligus dijadikan sebagai momentum menyongsong perubahan di hari kemenangan (bulan syawal).

Ustaz Wandra juga menambahkan bahwa saat ini kondisi kaum muslimin masih dalam kondisi yang terbelakang dan juga kita berada dalam kehidupan yang tidak islami. Situasi ini diperparah dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang bertolak belakang dengan Islam bahkan menyengsarakan kaum muslimin. Untuk itu Ustaz Wandra mengajak kita semua untuk tetap berikhtiar,meskipun dalam suasana yang sedang terpuruk ini, agar kita dapat kembali melanjutkan kehidupan yang islami, yakni dengan cara menrapkan syariah secara kaffah. Tentu saja diterapkannya syariah ini tidak akan terwujud kalau tidak ada kekuatan dan institusi negara.

“Oleh karena itu peran dari negara dalam menerapkan hukum-hukum Islam merupakan faktor utama dari terbentuknya masyarkat Islam. Faktor yang tak kalah penting adalah para alim ulama sebagai penasehat penguasa, sebagai penyokong bagi umat dalam rangka menerapkan syariah. Ulama merupakan ujung tombak dakwah, menasehati penguasa juga terus memberikan pengajaran kepada umat,” demikian ujar Ustaz Wandra.

Setelah ustadz Wandra menyampaikan sambutannya, secara berturut-turut narasumber menyampaikan materinya; Ust Muslim tentang Fakta Kerusakan, Masalah utama umat, Syariah dan khilafah sebagai solusi, dan metode meraih perubahan. Dilanjutkan oleh Ust Arif Hasbillah tentang tafsir Surah Ar Rum ayat 41; kerusakan sistem kapitalisme sekuler dan komunisme. Selanjutnya materi disampaikan oleh ust Tafsir dengan tema bersabar dalam ketaatan dan dakwah. Lanjut ust Atthoillah, syairah Islam adalah solusi. Narasumber berikutnya adalah Ust Zikri yang membawakan materi istiqomah dalam dakwah dilanjutkan ust Amin tentang Dakwah wajib termasuk aktivitas menasehati penguasa. Terakhit materi disampaikan oleh Ust Sardiawan Umar dengan tema materi yakni Khilafah adalah janji Allah dan Bisyarah Rasulullah.

Terakhir, agenda ditutup dengan pembacaan doa oleh Pengasuh dan pembina Da’i pedalaman Ust Azhar. Seperti diberitakan di awal, agenda ini berlangsung secara online yang dihadiri oleh sekitar 60an peserta yang teregistrasi dan ratusan lainnya menonton via channel youtube Dakwah Khatulistiwa.