Breaking News

Telaah Kritis Atas Sosialisme-Komunisme

Oleh : Wandra Irvandi (Intelektual Muslim)

Dasar pijakan dari paham sosialisme-komunisme adalah filsafat materialisme. Mereka memandang bahwa alam, manusia dan kehidupan adalah materi. Materi adalah asal dari sesuatu. Evolusi materi akan mengeksistensikan materi lain, atau dengan kata lain bahwa materi tercipta karena proses dialektika di dalam materi (dialektika materialisme). Dengan kata lain sesuatu akan terwujud jika antar satu materi dengan materi yang lain melakukan dialektika (thesa-antithesa). Kesimpulannya bahwa materi bersifat azali.

Ide dan Pemikiran ini sangat bertentangan dengan islam. Islam memiliki pandangan bahwa alam, manusia dan kehidupan ada yang menciptakan dan mengatur, yakni Al-Khaliq Al-Mudabbir. Sifat materi tidaklah azali. Kalaupun ada dialektika atau interaksi antar materi, tidak otomatis akan mewujudkan materi lain. Perlu ada keteraturan yang memaksa agar terwujudnya sesuatu tersebut. keteraturan ini lah yang muncul dari yang Maha Pengatur yaitu Allah swt.

Misalnya proses air yang membeku atau berubah menjadi benda padat. Proses ini terjadi tidak hanya karena adanya interaksi air dengan mesin pembeku. Namun diperlukan pula ukuran atau aturan yang menetapkan kapan air menjadi beku sehingga berubah menjadi benda padat. Berapa suhu yang diperlukan untuk membekukan air. Pertanyaan berikutnya siapa yang menetapkan aturan tersebut?. Dan Islam memiliki jawabannya.

Doktrin sosialisme-komunisme juga merupakan pemahaman kufur dan sesat. Paham ini telah menyeret manusia kepada sikap atheis (anti tuhan), dan merupakan ajaran yang bertolak belakang dengan islam. Dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah terkategorikan sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka selamanya. Allah swt berfirman :

“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk.’ (QS Al-Bayyinah [98] : 6)

Adapun kebenaran ilmiah terhadap konsep dialektika hanyalah verifikasi ilmiah yang dipaksakan, bahkan tidak ada hubungannya sama sekali dengan sosialisme-komunisme. Termasuk teori evolusi tidak pernah terealisasi dan tidak pernah ada. Begitupula perubahan pada masyarakat tidak melalui hukum evolusi sosial sebagaimana teorinya. Dengan demikian, paham komunisme merupakan pemikiran yang bersifat asumtif dan tidak akan pernah terwujud dalam realitas.

Adapun paradigma islam tentang peraturan dan masyarakat yaitu dengan menjadikan alquran dan as-sunnah sebagai satu-satunya sumber hukum. Aturan ini tidak berubah dan tidak mengalami evolusi. Lain halnya dengan sosialisme-komunisme yang menyatakan bahwa aturan bisa berevolusi karena berevolusinya alat-alat produksi. Pandangan ini bertentangan dengan islam yang menyatakan bahwa aturan berasal dari Allah swt, dan manusia tidak mengetahui hakekat dari perbuatannya tersebut.

“Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah, Dia menerangkan yang sebenarnya, dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.” (QS. Al-An’qqm [6] :57)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah Maha Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS.AL-Baqarah [2] : 216)

Islam juga melarang umatnya untuk berhukum dengan aturan kufur (hukum yang bukan dari islam). Bahkan memberikan label kepada pelaku yang berhukum bukan dengan hukum Allah dengan sebutan kafir, fasiq dan zhalim. Dengan demikian aturan dalam Islam diambil dari Alquran dan As-Sunnah bukan dari evolusi alat-alat produksi.

Islam juga akan merubah adat-istiadat, pemikiran, ajaran ataupun ide-ide yang sesat termasuk sosialisme-komunisme kemudian diganti dengan ajaran islam. Pemikiran, ide, agama dan keyakinan-keyakinan selain islam akan tertolak di hadapan Allah Swt.

“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darpadanya dan dia di akherat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Ali ‘Imran [3] : 85)

Agama Islam juga merupakan sebuah ideologi, yakni suatu agama yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Islam mengatur ekonomi, politik, sosial, urusan pribadi, masyarakat dan juga bernegara. Islam juga membangun seluruh hukum, ide-ide, dan pemikiran-pemikiran dengan asas aqidah islam. Selain itu islam juga telah menjelaskan bagaimana cara melaksanakan ajaran islam, bagaimana menjaga akidah islam dan bagaimana menyebarluaskannya ke seluruh penjuru alam.

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau Muhammad kecuali untuk seluruh manusia, sebagai khabar kembira dan peringatan, akan tetapi sebagian besar manusia tidak mengetahui” (QS Saba’ [34]: 28).

Walhasil paham sosialisme-komunisme adalah ajaran sesat yang bertentangan dengan mabda (ideologi) islam.

Wallhu’alam

Leave a Reply