Breaking News

TOKOH DAN ULAMA KALBAR TOLAK PROYEK OBOR

Puluhan tokoh masyarakat dan ulama Kalimantan Barat mengadakan buka puasa bersama sekaligus Diskusi Terbatas menyoal mega proyek dari negeri China Belt Road Initiative yang juga dikenal dengan nama One Belt One Road (OBOR) pada ahad (26/5) lalu.

Ustadz Muhammad Kurniawan dari Ma’had Inhadul Fikri menyatakan bahwa OBOR ini merupakan bentuk ekspansi negara Cina yang secara permukaan sepertinya menguntungkan banyak pihak negara dalam hal bisnis, namun sejatinya mengandung jebakan mulai dari jebakan hutang hingga penguasaan aset-aset berharga suatu negeri. Ini sangat berbahaya dan harus ditolak.

Seperti sudah diketahui, semenjak tahun 2013, China yang berada di bawah pimpinan Xi Jinping secara aktif melakukan investasi dan memberikan pinjaman terutama di negara-negara berkembang yang kaya sumberdaya alam seperti di Afrika, Amerika Latin dan Asia. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran OBOR.

Pada pertemuan menjelang berbuka puasa tersebut, seluruh tokoh masyarakat dan ulama yang hadir sepakat untuk membuat pernyataan sikap yang isinya antara lain:

  1. Bahwa, proyek One Belt One Road (OBOR) merupakan sarana untuk menguasai atau kolonisasi China atas Indonesia. Allah swt mengharamkan jalan atau sarana apapun bagi orang-orang (bangsa) kafir untuk menguasai umat Islam dan negerinya oleh, sebagaimana firman-Nya:Dan sekali-kali Allah tidak menjadikan bagi orang-orang kafir jalan untuk menguasai orang-orang Mukmin”. (QS. An-Nisaa’: 141)
  2. Menolak penandatanganan proyek One Belt One Road (OBOR). karena diindikasikan menyimpan bahaya potensial terhadap kedaulatan bangsa dan negara Indonesia
  3. Mengajak seluruh komponen umat khususnya para tokoh dan ulama, untuk bersatu dan berada di garda terdepan dalam perjuangan menegakkan Syariah dalam semua aspek kehidupan sehingga menjadi negara yang berdaulat dan mensejahterakan rakyatnya dengan sda yang melimpah. (PY)

Leave a Reply