Breaking News

Wawancara Ekslusif dengan Founder Kamek Tadak Pacaran

Fenomena kenakalan remaja bukanlah hal asing lagi kita dengar. Tawuran, sex bebas, narkoba, aborsi, minuman keras, dan pacaran seperti satu paket dimana istilah-istilah tersebut sudah begitu melekat di kalangan remaja. Semakin ke sini, semakin parah. Tentu saja hal ini negatif dan harus diperangi. Dakwah Islam kepada para remaja menjadi sebuah keharusan yang tak bisa terelakkan.

Di Kalimantan Barat, khususnya kota Pontianak terdapat sebuah komunitas yang mencoba mengkampanyekan agar para remaja tidak terlibat dalam aktivitas pacaran. Aktivitas pacaran ini dianggap sebagai pintu gerbang terjadinya zina yang kemudian dapat merembet ke perkara lain seperti aborsi, narkoba, tawuran dan lain sebagainya.

Seperti apa sesungguhnya komunitas Kamek Tadak Pacaran ini? Berikut hasil wawancara tim reporter Dakwah Khatulistiwa, kepada salah satu pendiri komunitas ini, Andi Septiandi

Berikut hasil wawancaranya:

Bisa ceritakan apa itu komunitas Kamek Tadak Pacaran?

Komunitas Kamek Tadak Pacaran (KTP) adalah sebuah Komunitas Pemuda dan Remaja Yang di bentuk untuk mengkampanyekan tentang bahayanya aktivitas pacaran dan sebagai wadah yang di dalamnya terdapat kegiatan-kegiatan positif  untuk mereka agar yang sudah sadar tentang bahayanya aktivitas pacaran agar tidak kembali tercebur di dalam kemaksiatan pacaran.

KTP dibentuk tepatnya di bulan Ramadhan tahun 2016 bersama teman saya Irwan Susandi. Tujuan nya dibentuk untuk mengkampanyekan kepada remaja dan pemuda tentang bahayanya aktivitas pacaran.

Setidaknya ada tiga poin yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas ini: pertama tentang data yang dikeluarkan oleh salah satu lembaga survei bahwa anak remaja SMP dan SMA pada tahun 2014 80% sudah melakukan hubungan suami istri. Kenapa hal ini bisa terjadi? Tentu saja karena peristiwa itu di dahului dengan aktivitas pacaran.

Kedua tentang ghozul fikr yaitu perang pemikiran yang di lancarkan oleh pihak yang tidak senang dengan kebangkitan Islam. Pihak ini senantiasa berupaya menjauhkan Remaja Islam dengan Islam itu sendiri. Salah satu aktivitasnya adalah pacaran. Ini adalah aktivitas yang tidak dikenal dalam Islam.

Ketiga kurang massivenya kampanye tentang bahayanya aktivitas pacaran di Kalimantan Barat khususnya di Pontianak.

Aktivitas KTP ada beragam, di antaranya mengajak para remaja yang sudah hijrah dari aktivitas pacaran dengan mengikuti kelas menulis, kelas desain grafis juga ada kelas enterpreneur. Selain ini para remaja ini juga dibina secara intensif dengan aktivitas keislaman sehingga terbentuklah pola pikir Islam, pola sikap Islam dan menghasilkan Kepribadian Islam. Kita juga kerap menyambangi sekolah dan kampus juga mengadakan kegiatan seperti seminar, training, dan semacamnya

Menurut Bang Andi, bagaimana perilaku remaja zaman sekarang, khususnya di kota Pontianak? Terkait aktivitas pacaran mereka. Apakah masih baik baik saja atau sudah mengkhawatirkan?

Terkait kondisi di Pontianak tentu saja tak jauh berbeda dengan kondisi di daerah daerah. Kita bisa melihat maraknya peristiwa kriminal yang terjadi dimana peristiwa tersebut diawali dengan aktivitas pacaran. Misalnya, bunuh diri anak SMA sebab pacarnya selingkuh, atau anak remaja membunuh pacarnya sendiri karena selingkuh atau hamil. Ditemukannya bayi di tong sampah. Dan banyak sekali kasus lainnya.

Harus dipahami dalam kacamata Islam tidak ada hal positif dalam pacaran. Semuanya membawa mudharat. Maka dari itu aktivitas pacaran hukumnya haram. Ini adalah pintu gerbang kemaksiatan. Kalau ada yang komentar bahwa pacaran tapi tidak ngapa-ngapain, terus buat apa pacaran?

Kehadiran KTP, apakah bisa menjadi solusi alternatif kegiatan para remaja di pontianak?

Kita tentu harus optimis bahwa KTP akan menjadi Komunitas terdepan dalam menyelamatkan generasi muda agar tidak terjebak kedalam aktivitas pacaran.

Apa harapan bang andi terhadap remaja muslim hari ini?

Tentu harapan saya kepada remaja muslim hari ini mereka harus sadar tentang tanggung jawab mereka menjadi seorang muslim. Remaja adalah harapan dan penerus peradaban. Untuk itu sangat besar harapan saya remaja Muslim hari ini untuk berkontribusi besar bagi Islam kedepan. (DW)

Leave a Reply